Tolong Orang Dibegal, Dibacok

Tolong Orang Dibegal, Dibacok

  Rabu, 2 December 2015 08:35

Berita Terkait

SINGKAWANG- Nurwinda merasa bersedih, ketika suaminya, Andri harus terbaring di ruang ICU RSUD Abdul Aziz karena bagian perut robek akibat senjata tajam karena dibacok pelaku begal ketika dirinya mencoba menolong perempuan korban pembegalan di Kelurahan Sungai Wie, Senin (1/12) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.

Nurwinda mengaku, tidak mengetahui seperti apa kejadiannya hingga suami tercintanya mengalami luka seperti itu. Hanya saja, dirinya mendapatkan informasi saat suaminya menjaga tempat biliar di Jalan Terminal Induk Kelurahan Sungai Wie. Mendengar seorang perempuan berteriak minta tolong karena habis di begal. “Suami saya jaga di tempat biliar miliknya, dan saat itu bersama lima orang lainnya mau menolong orang yang berteriak karena habis dirampok (dibegal),” kata Nurwinda, Selasa (1/12) ketika ditemui di ruang tunggu ICU RSUD dr Abdul Aziz. Nurwinda sempat melihat bekas luka tusukan yang dialami suaminya.

“Suami saya masih sadar dan melihat robekan di perut yang terbuka sebelum dilakukan operasi, bahkan suami saya bilang isi perut sampai terlihat,” kata warga yang tinggal di Sungai Daun, Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas ini.Selain istri, keluarga dan kerabat. Kawan-kawan Andri pun berdatangan ke RS untuk menjenguk. Salah satu diantaranya merupakan rekan korban yang pada dini hari ikut menghadang para pelaku begal.

Demi keamanan, sebut saja teman korban adalah Maman. Dirinya bersama korban dan empat orang lainnya, setelah mendengar teriakan wanita. Mencoba menghadang pelaku di depan jalan gang. “Benar, kita mendapati dua orang mengendarai sepeda motor jenis matic yang kalau tidak salah ada warna birunya, keluar dari gang,” kata Maman.Melihat dua orang tersebut, Maman sempat mengambil batu yang akan digunakan untuk melempar pelaku. Hanya saja, karena masih ragu apakah itu pelaku pembegalan atau bukan. Dirinya mengurungkan niatnya. Terlebih, dua orang tersebut mengaku tidak menjadi pelaku begal.

“Saat menghadang kami berenam, termasuk dengan Andri. Saya sudah pegang batu, maksud saya mau lemparkan ke pelaku. Tapi karena kita tidak ingin salah orang, jadi tidak jadi saya lemparkan,” katanya. Hanya saja, Andri mendekat ke pelaku begal. Dengan seketika, Maman melihat Andri langsung roboh.“Tiba-tiba saja, Andri ini terjatuh dan kita melihat sudah ada luka di bagian perut. Selain korban, salah satu orang dari kami juga kena pukul di bagian mulut, lantas pelaku ini kabur dengan menggunakan motor ke arah Jalan Ratu Sepudak, kita tidak tahu apakah lari ke arah Sambas atau kembali ke Singkawang Kota,” katanya.

Melihat Andri sudah terkapar, dirinya bersama yang lain. Sesegera mungkin membawa ke Rumah Sakit dan melapor ke pihak kepolisian, sehingga tidak lagi terpikir untuk mengejar pelaku begal.
“Gimana kita melihat kawan terluka seperti itu, campur aduk lah perasaan saat itu. jadi kita langsung menolong Andri,“ katanya.Selain menggunakan motor jenis matic, sebut Maman, pelaku mengenakan jaket. Satu orang mengenakan helm warna hitam sementara satu orang lagi yang duduk di belakang mengenakan topi.
“Ciri-ciri orangnya kecil, yang dibelakang pakai topi, yang depan pakai helm standar. Kalau plat nomor motor yang digunakan, tidak begitu jelas, karena posisi saat itu gelap,” katanya.Dirinya juga sempat mendapatkan informasi dari korban pembegalan. Dia diikuti dari Jalan Alianyang atau dari sekitaran SPBU. Dirinya bersama dengan Andri, karena korbannya adalah seorang perempuan, berniat membantunya, namun seperti ini kejadiannya.
Kejadian yang menimpa Andri membuat masyarakat Kota Singkawang merasa tidak aman. Lantaran, meski tidak sendirian menghadang, pelaku pembegalan tetap berani melakukan perlawanan.
“Kejahatan seperti begal, perampokan, dan kejahatan lainnya. Menimbulkan rasa tidak aman bagi warga Kota Singkawang dan harus disikapi serius,” kata Rudi Hardjana, warga Singkawang yang selalu mengamati permasalahan-permasalahan yang muncul di kota ini.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Edi Haryanto belum bisa dikonfirmasi terkait dengan kasus tersebut.(fah)

 

Berita Terkait