Toilet Taman Kota Terbengkalai

Toilet Taman Kota Terbengkalai

  Selasa, 10 July 2018 10:00
TERBENGKALAI: Sekilas toilet yang terletak di Taman Kota Ketapang ini terlihat bagus. Namun begitu memprihatinkan saat masuk ke dalamnya. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Toilet yang terletak di Taman Kota kondisinya cukup memperihatinkan. Sejumlah fasilitas di dalamnya rusak. Bahkan, tidak ada air yang mengalir ke toilet tersebut. Padahal, kamar kecil yang dikhususkan untuk pengunjung taman dan Lapangan Tanjungpura tersebut baru selesai dibangun beberapa waktu lalu.

Dari pengamatan di lokasi, toilet yang terletak di sisi pojok lapangan itu tampak telihat bagus. Namun setelah dilihat dengan cermat, beberapa fasilitas toilet mengalami kerusakan. Satu dari dua cermin yang terletak di dekat pencucian tangan juga hilang. Bahkan, air tidak mengalir di tempat mencuci tangan tersebut.

Sementara di dalam toilet, tampak sampah berserakan di mana-mana. Bak air yang seharusnya berisi air justru kering. Bahkan, toilet tersebut digunakan untuk buang air besar meskipun tidak ada air di dalamnya. Alhasil, bau kotoran manusia tercium di mana-mana yang membuat masyarakat enggan masuk ke dalam toilet itu.

Taman Kota Ketapang yang terletak di Jalan Sudirman Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan tersebut menjadi salah satu tempat bersantai masyarakat Ketapang. Baik hanya sekedar berjalan-jalan dengan anggota keluarga, maupun bersantai menunggu malam tiba. Dengan dibangunnya kamar kecil itu, tentu membuat pengunjung lebih betah berlama-lama di taman.

"Kita sebagai pengunjung taman senang sudah ada toilet di taman. Tapi setelah mengetahui kondisinya, lebih baik tidak dibangun sama sekali. Untuk apa dibangun kalau tidak dapat digunakan. Bahkan menimbulkan bau busuk," ungkap Rokhimah (25), kemarin (9/7) di Ketapang.Dia mengaku keberadaan kamar kecil di tengah-tengah keramaian tersebut sangat bermanfaat. Mengingat selama ini pengunjung taman kota selalu kebingunan saat hendak membuang air. "Seharusnya tidak hanya dibangun, tapi juga dirawat. Paling tidak ada jaga. Tidak masalah bayar, asalnya bisa digunakan. Sekarang jangankan digunakan, air saja tidak ada," keluhnya.

Oleh karena itu, dia berharap kepada Pemda Ketapang, untuk merawat toilet tersebut. "Masyarakat juga harus menjaga. Jangan merusak. Tapi peran pemda penting dalam hal ini. Agar apa yang telah dibangun dapat bermanfaat dan tidak sia-sia," harap Rokhimah.

Warga lainnya, Andi (33), mengharapkan hal serupa. Dia mengaku senang ada toilet di taman kota. Hal ini tentunya, menurut dia, membuat taman kota akan semakin ramai dikunjungi dan dijadikan tempat bersantai yang nyaman. "Namun kita kecewa toilet yang dibangun ternyata tidak terawat, bahkan terkesan cuma sekedar dibangun," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, akibat tidak terawatnya fasilitas toilet tersebut membuat oknum masyarakat menjadikan tempat tersebut untuk membuang air sembarangan. "Jadi percuma dibangun kalau tidak bisa difungsikan. Padahal pengunjung bersantai perlu toilet kalau mau buang air kecil, masa harus pulang kerumah," keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Abdul Sani, meminta intansi terkait, dalam hal ini bidang pertamanan untuk melakukan perawatan terhadap fasilitas di taman termasuk toilet umum. Menurutnya, kondisi toilet tidak terawat malah menimbulkan kesan negatif bagi taman yang seharusnya menjadi daya tarik bagi wisatawan.

"Kita minta dinas terkait tidak cuma sekadar membangun, kemudian membiarkannya. Peliharalah dengan baik, apalagi ada dana perawatan taman yang tentunya incloud dengan perawatan fasilitas lainnya termasuk toilet," katanya.

Apalagi, lanjutnya, pembangunan toilet menggunakan anggaran APBD yang nilainya tidak sedikit. Menurutnya, jika cuma dibangun kemudian tidak difungsikan dan tidak dirawat hingga akhirnya terbengkalai, maka sama saja menghambur-hamburkan uang pemerintah tanpa ada azas manfaat yang jelas. "Jangan cuma dijadikan proyek saja tanpa ada manfaatnya," tegasnya.

"Toilet itu bermanfaat dan sangat dibutuhkan masyarakat. Kita bisa minta pihak terkait misalkan BPK untuk memeriksa proyek seperti itu jika memang azas manfaatnya tidak ada, apalagi jika memang dibiarkan terbengkalai," tambahnya. (afi)

Berita Terkait