TNI AD Prioritaskan Prajurit Putra Daerah

TNI AD Prioritaskan Prajurit Putra Daerah

  Kamis, 13 June 2019 11:00

Berita Terkait

MEMPAWAH - Perwakilan Kodim 1201/MPh, Kapten Karyadi mengungkapkan, penerimaam prajurit TNI AD lebih memprioritaskan putra daerah. Sejak beberapa periode belakangan ini, penerimaan prajurit dibagi dalam 2 kelompok. Yakni putra daerah dan putra pendatang.

 “Putra daerah akan lebih diprioritaskan untuk menjadi prajurit. Misalnya penerimaan sebanyak 300 orang, maka porsi untuk putra pendatang paling banyak 25 orang. Sedangkan sisanya diambil dari putra daerah,” jelas Karyadi saat mengisi acara sosialisasi atau kampanye kreatif penerimaan calon prajurit TNI AD di Kabupaten Mempawah, belum lama ini.

Yang dimaksud putra daerah, jelas dia, bukan berasal dari suku tertentu saja. Melainkan siapa saja yang lahir, dibesarkan dan bersekolah di Kalimantan Barat. 

Dia menyebut 80 persen kuota penerimaan merupakan putra daerah.

 “Masuk TNI gratis, tidak ada istilah sogok menyogok. Yang menentukan itu adalah keyakinan dan kemampuan diri sendiri. Maka, para peserta calon prajurit harus yakin dengan kemampuan dirinya sendiri untuk bekerja keras dan mengikuti semua tahapan seleksi. Modalnya cukup sehat jasmani dan IQ,” tegas dia.

Sementara itu, Wabup Mempawah, H Muhammad Pagi menilai penerimaan calon prajurit TNI AD merupakan kesempatan terbaik bagi putra-putri daerah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara. Sebab, menjadi prajurit TNI merupakan kebanggaan bagi setiap anak bangsa.

“Penerimaan prajurit TNI AD pada tahun 2019 ini hampir 500 prajurit untuk wilayah Kalbar. Saya berkeinginan, 50 prajurit yang diterima nanti berasal dari Kabupaten Mempawah,” harapnya.

Wabup pun menilai pola penerimaan prajurit TNI AD saat ini lebih menguntungkan bagi putra-putri daerah Kalbar. Sebab, Mabes TNI membuat kebijakan penerimaan prajurit memprioritaskan anak daerah. Sehingga, peluang bagi anak daerah lebih terbuka lebar.

 “Kalau pola penerimaan sebelumnya, anak daerah cukup sulit bersaing dengan peserta yang berasal dari daerah luar seperti Pulau Jawa dan lainnya. Karena, mereka memiliki kemampuan diatas anak daerah,” pendapat Wabup.

Untuk itu, dia berharap putra-putri Kabupaten Mempawah agar berpartisipasi dan optimis dengan kemampuan kemampuan diri sendiri untuk mengikuti seleksi penerimaan calon prajurit TNI AD. Yang terpenting, persiapkan diri dengan sebaik mungkin dan lakukan usaha maksimal.

 “Kita harus menjadi manusia yang optimis dalam berbagai hal. Apalagi dalam proses penerimaam prajurit ini, TNI memastikan tidak ada istilah bayar atau pungutan. Tidak ada istilah sogok menyogok. Semuanya gratis,” tegas Wabup.

Terakhir, Wabup berharap agar Kodim 1201/Mempawah dapat menyebarkan luaskan informasi penerimaan prajurit ke seluruh daerah di Kabupaten Mempawah. Agar, masyarakat yang berada di desa dan kecamatan dapat berpartisipasi.

 “Kedepan, kita minta agar proses penerimaan prajurit ini tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, melainkan dapat melalui surat ke sekolah-sekolah di kecamatan dan desa se-Kabupaten Mempawah. Sehingga anak-anak kita yang memiliki niat menjadi prajurit TNI dapat mempersiapkan diri,” usulnya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait