TMMD di Senduruhan Usai

TMMD di Senduruhan Usai

  Jumat, 10 Agustus 2018 10:13
SUNATAN MASSAL: Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Pangdam XII Tanjungpura, Kol. Inf. Isa Ansori, melihat proses sunatan massal yang digelar pada penutupan TMMD ke 102 di Desa Senduruhan, Hulu Sungai. istimewa

Berita Terkait

Bangun Empat  Ribu Meter Pipanisasi

HULU SUNGAI - Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 102 di Desa Senduruhan Kecamatan Hulu Sungai telah berakhir. Kegiatan tersebut ditutup oleh Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Pangdam XII Tanjungpura, Kol Inf  Isa Ansori pada Rabu (8/8). Sejumlah pembangunan berhasil dilakukan. Tak hanya pembangunan fisik, namun juga non fisik. 

Isa Ansori mengatakan, kegiatan TMMD Imbangan ke 102 ini sasarannya berupa pekerjaan fisik dan non fisik. Di antaranya pekerjaan pipanisasi sepanjang 4.000 meter dan perawatan jalan Desa Senduruhan dan Dusun Keramak sepanjang 14.000 meter dengan lebar 4 meter selesai 100 persen. "Dibangun juga tempat wudu Masjid Alyaqin dan rehab Gereja Santo Yohanes serta pengerjaan MCK," katanya. 

Sementara kegiatan non fisik di antaranya penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara. Juga disampaikan penyuluhan yang sifatnya konflik sosial, penyuluhan kerukunan umat beragama dan penyuluhan bahaya narkoba, serta penyuluhan tentang bahaya-bahaya yang sifat radikal yang akan mengancam integritas bangsa. "Termasuk juga penyuluhan karhutla, penyuluhan kesehatan dan KB," jelasnya. 

Pasukan yang terlibat dalam satgas TMMD Reg ke 96 ini sebanyak 250 orang. Di antaranya 120 personil TNI AD, tiga personil TNI AL, dua anggota Polri asisten penyuluh sebanyak 25 orang serta partisipasi masyarakat sebanyak 100 orang. "Kesemuanya itu bersinergi dengan baik," tegasnya. 

Isa mengungkapkan, suksesnya TMMD ini tidak terlepas dari dukungan SOPD, Polri dan pihak terkait lainnya termasuk masyarakat. Sasaran-sasaran fisik merupakawan jawaban atas tuntutan masyarakat, baik berupa fisik mapun non fisik yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Terutama di desa-desa terpencil dan terisolir. "TMMD ini juga sekaligus mengajak Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) dengan menggunakan segala potensi yang dimiliki oleh desa, baik SDA-nya maupun SDM di desa," paparnya. 

TMMD 102 ini sekaligus dalam upaya memberdayakan wilayah pertahanan secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta dan membantu tugas pemerintah daerah, khususnya untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, tugas pokok TNI menjadi yang terdepan, tentara juga wajib berkontribusi dalam berbangsa dan bernegara. "Di antaranya dengan turun ke lapangan untuk membangun dan membantu kesulitan rakyat," tegasnya. 

Dia juga berpesan agar semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI Rakyat yang selalu hadir di tengah rakyat. Serta dapat menyelesaikan masalah dengan sebaik-baiknya. "Jangan mudah terhasut dan terprovokasi oleh pihak manapun yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Tingkatkan semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa," pesannya. 

Dia juga meminta agar memelihara hasil TMMD ini serta dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik. "Kepada prajurit yang tergabung dalam satgas TMMD diucapkannya terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras hingga selesai dan segera kembali ke pasukan masing-masing dan perhatikan faktor keamanan selama dalam perjalanan," pungkasnya. Penutupan TMMD tersebut dibarengi dengan bhakti sosial berupa sunatan massal bagi anak dari keluarga kurang mampu Desa Senduruhan dan sekitarnya. (afi)

 

Berita Terkait