Titik Api Terus Bertambah, BPBD Usulkan Water Booming

Titik Api Terus Bertambah, BPBD Usulkan Water Booming

  Rabu, 10 April 2019 09:26
BERTAMBAH: Petugas terus berupaya memadamkan titik api yang bisa terjangkau. WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah terus memantau dan menanggulangi kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwilayah kerjanya. BPBD menyebut jumlah titik api (hotspot) di Kabupaten Mempawah semakin bertambah.

"Dari pantauan satelit, terdapat penambahan hotspot diwilayah Kabupaten Mempawah. Jika sebelumnya hanya terpantau 5 titik, pada Senin (8/4) terpantau ada 15 hotspot," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto kepada koran ini, Selasa (9/4) siang.

Didik memastikan BPBD Kabupaten Mempawah beserta jajaran terkait mulai dari TNI/Polri, Manggala Agni, Damkar hingga masyarakat desa terus melakukan penanggulangan secara bergotong royong. Seluruh pihak bekerjasama menangani kasus karhutla tersebut.

"Hasil dari penanggulangan yang kita lakukan kemarin, ada 2 titik yang berhasil dipadamkan. Untuk hari ini kita belum tahu hasil kerja kawan-kawan dilapangan. Semoga hotspot semakin berkurang," harapnya.

Dari 15 titik api tersebut, Didik memperkirakan sedikitnya lebih dari 20 ha lahan terbakar. Namun, jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah mengingat kesulitan dan kendala yang dihadapi petugas dalam memadamkan titik api di tengah hutan.

"Hotspot ini tersebar hampir di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Mempawah. Mulai dari Siantan, Segedong, Sungai Pinyuh, Mempawah Timur, Anjongan hingga Sungai Kunyit," paparnya.

Lebih jauh, Didik mengatakan pihaknya bersama Kodim 1201/MPh telah melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Barat. Yakni meminta bantuan pemadaman hotspot dengan menggunakan helikopter. "Kita sudah meminta bantuan untuk water booming. Karena lokasi titik api jauh ditengah hutan dan sulit untuk dijangkau petugas. Karenanya, harus dipadamkan dengan helikopter," pendapat Didik.

Dia pun berharap agar bantuan pemadaman dengan water booming dapat segera dilaksanakan. Agar, kasus karhutla diwilayah Kabupaten Mempawah dapat segera diatasi dan tidak menyebarluas hingga menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih parah.

"Kita berharap secepatnya dilakukan water booming. Untuk sementara ini, petugas tetap melakukan penanggulangan pada titik-titik api yang dapat dijangkau dengan kendaraan darat atau berjalan kaki," ujarnya.

Tak lupa, Didik menghimbau masyarakat diwilayah Kabupaten Mempawah agar tidak melakukan praktek pembersihan dan pembukaan lahan perkebunan maupun pertanian dengan cara dibakar. Lebih bijaksana jika masyarakat pemilik lahan menggunakan peralatan manual.

"Kami selalu menghimbau dan meminta kesadaran masyarakat agar tidak membakar hutan maupun kebun miliknya. Karena tindakan itu sangat mengancam lingkungan. Sebab, saat ini sedang musim panas dan dapat menyebabkan terjadinya karhutla," tukasnya. (wah)

Berita Terkait