Tinjau Ulang Penolakan Cabor Bola Tangan di PON

Tinjau Ulang Penolakan Cabor Bola Tangan di PON

  Selasa, 5 March 2019 08:47
BERSIAP: Ketua Umum ABTI Kalbar Zulfydar Zaidar memperkenalkan tiga atlet bola tangan provinsi ini yang akan mengikuti Seleknas Sea Games Filipina. ARISTONO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Tinggal setahun lagi digelar, namun sejumlah cabang olahraga belum jelas akan dilaksanakan atau tidak. Terdapat lima cabang olahraga yang menurut Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua tidak bisa diikutkan dalam PON 2020, yaitu boling, panjat tebing, handball (bola tangan), korf ball (bola keranjang) dan arung jeram. 

Papua beralasan memiliki keterbatasan anggaran untuk menyiapkan lima venue cabang olahraga tersebut. Pengurus PB Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Pusat Zulfydar Zaidar Mochtar mengatakan keputusan tersebut belum final. 

“Soalnya SK Ketua Umum KONI telah menetapkan bola tangan masuk sebagai cabor dalam PON di Mimika, Papua. Dan SK itu belum dicabut. Saat ini Ketua Umum ABTI Mayjen TNI Dodi Usodo sedang berkoordinasi dengan Menpora dan Ketua KONI terkait hal tersebut,” ujarnya kepada Pontianak Post, kemarin.

Batalnya cabor bola tangan bisa menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga tanah air. Pasalnya pada PON sebelumnya, bola tangan sudah dipertandingkan, secara eksebisi. Seharusnya pada PON kali ini cabang ini sudah diadakan penuh dan memperebutkan medali. Namun bila batal, maka olahraga bola tangan mengalami kemunduran besar.

Menurut Zulfydar, cabor bola tangan tidak membutuhkan infrastruktur yang memakan biaya. Pasalnya olahraga ini bisa dimainkan di lapangan futsal untuk nomor indoor. Sedangkan untuk nomor bola tangan pantai, lebih murah lagi. Panitia cukup menggunakan pantai alami yang dimodifikasi.

Selain itu, hampir seluruh pengprov ABTI se-Indonesia sudah menyiapkan timnya masing-masing, dan berlatih terus-menerus. Pembatalan cabor bola tangan hanya akan membuat mental para atlet ambruk. Terlebih lagi, mereka sedang menatap Sea Games di Filipina dan Olimpiade di Jepang.

Tak terkecuali Kalbar, Zulfydar yang juga Ketua Umum Pengprov ABTI Kalbar menyebut timnya sudah matang dan siap merengkuh medali di PON. Bahkan tiga nama atletnya akan dikirim mengikuti seleksi nasional di Jakarta dalam rangka persiapan Sea Games Filipina. “Kami mengirim tiga atlet Yuskus Rahmat Mari (24), Andika (20) dan Bendy (18),” ujar dia, yang didampingi sekretarisnya Cassanova dan pelatih Tara Ismarangga.

Dia sendiri yakin, para atlet Kalbar memiliki kans besar untuk lolos seleknas. Pasalnya dia telah membandingkan kemampuan individu atletnya dengan atlet dari daerah lain. Selain secara teknik, jam terbang atlet Kalbar pun mumpuni lantaran sering mengikuti kejuaraan tingkat lokasl, nasional dan antarnegara. “Kalau lolos mereka akan langsung mengikuti Pelatnas di Jakarta bersama atlet dari provinsi lain. Kalau gagal mereka langsung dipulangkan,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait