Tinjau Perbatasan, Resmikan Jembatan

Tinjau Perbatasan, Resmikan Jembatan

  Selasa, 22 March 2016 09:06
BELUM SELESAI: Warga perbatasan melintas di pos lintas batas Entikong, Senin (21/03). Entikong berbenah sejak kedatangan Jokowi 22 Agustus 2015 lalu. Dan kini, Jokowi akan datang kembali untuk memantau kemajuan pembangunan di Perbatasan, selain meresmikan Jembatan Tayan, hari ini. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kalbar Masih Banyak 
Butuh Insfrastruktur

PONTIANAK- Presiden RI Joko Widodo kembali datang ke Kalimantan Barat. Tercatat sudah tiga kali kedatangan Jokowi ke daerah ini sejak terpilih jadi presiden. Harapan menggeliatnya pembangunan infrastruktur diinginkan masyarakat. Realisasi program pembangunan harus dikerjakan.  

Informasi yang dihimpun Pontianak Post, dijadwalkan Jokowi akan meresmikan Jembatan Kapuas Tayan yang terletak di Kabupaten Sanggau. Jembatan yang menelan biaya hampir satu triliun rupiah ini akan diresmikan Joko Widodo pada Selasa (22/3) sore. Selain meresmikan Jembatan Tayan, Jokowi juga dijadwalkan akan meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN)  dan  jalan perbatasan di Entikong Kabupaten Sanggau. Sebelumnya 20 Januari 2015 Jokowi datang ke Pontianak meresmikan Masjid Mujahidin, kemudian kali kedua  menghadiri Karnaval Khatulistiwa Pontianak, Sabtu 22 Agustus 2015.

Berdasarkan rundown rencana kunjungan Presiden RI  yang diterima Pontianak Post dari Pendam XII Tanjungpura, Presiden Joko Widodo bersama ibu negara Hj Iriana dan rombogan akan lepas ladas menggunakan pesawat kepresidenan dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Bandar Udara Supadio Pontianak pukul 14.00 wib.

Tiba di Pontianak sekitar pukul 15.20, Presiden dan rombongan akan disambut Gubernur Kalimantan Barat Cornelis berserta ibu Federica Cornelis, Pangdam XII Tanjungpura, Kapolda Kalbar dan Komandan Laud Supadio, selanjutnya akan menuju lokasi helipad PT. Antam Tayan, menggunakan Helikopter Super Puma milik TNI AD. 

Pukul 16.00, diperkirakan landing di helipad  PT. Antam Tayan, selanjutnya pukul 16. 05, Presiden dan  rombongan menuju jembatan Tayan menggunakan kendaraan mobil. Sekira pukul 16.10, tiba di lokasi jembatan Tayan selanjutnya melaksanakan peresmian jembatan Tayan. 

Pukul 16.30, Presiden bersama rombongan menuju SD Piasak Tayan dengan kendaraan mobil. Setiba di SD Piasak, Presiden membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Pukul 16.45, Presiden dan rombongan menuju helipad PT. Antam. Dan dilanjutkan take off menuju Lanud Supadio Pontianak menggunakan Heli Super Puma milik TNI AD. Selanjutnya menuju hotel dan istirahat.

Hari kedua, Rabu (23/3), pukul 07.00, Presiden bersama rombongan melaksanakan sarapan pagi di hotel Mercure Pontianak. Pukul .08.00, dilanjutkan menuju Lanud Supadio Pontianak menggunakan kendaraan mobil. Pukul 08.35, Presiden bersama rombongan take off menuju lokasi helipad Patoka Entikong, selanjutnya menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong menggunakan kendaraan mobil dilanjutkan peninjauan di PLBN dan jalan negara.

Pukul 11.35, Presiden dan rombongan tiba di Lanud Supadio Pontianak, kemudian dilanjutkan menuju bandara Tarakan, Kalimantan Utara.  

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto mengatakan, pengamanan kunjungan Presiden secara khusus dilakukan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Namun, pada kunjungan ini, Kodam XII Tanjungpura sebagai leading secktor dalam pengamanan. "Kami, Polda Kalbar hanya melakukan pengamanan di ring dua dan tiga," kata Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto, kemarin.

Kepastian kedatangan presiden juga disampaikan oleh orang nomor satu di Kalbar. “Kunjungan Presiden selama dua hari, begitu datang besok (hari ini) langsung meresmikan Jembatan Kapus Tayan, besoknya pergi ke Entikong, setelah itu ke Kaltara,” ungkap Gubernur Kalbar Cornelis kepada awak media, Senin (21/3).

Menurutnya kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Kalbar dalam rangka melihat langsung sampai sejauh mana perkembangan pembangunan yang sudah diperintahkan. Seperti border lintas batas, jalan dan jembatan. Khususnya di wilayah perbatasan agar sesuai dengan cita-cita pemerintah pusat menjadikan perbatasan sebagai beranda depan negara.

“Pak Presiden akan melihat langsung, jika ada yang tidak bagus dibaguskan lagi, jika anggarannya kurang tinggal ditambah,” katanya.

Dari kunjungan Cornelis ke wilayah perbatasan beberapa waktu lalu, dia menilai pembangunan berbagai infrastruktur termasuk jalan baru mencapai sekitar 40 persen saja.

Cornelis juga mengimbau kepada masyarakat jika ingin menyaksikan langsung peresmian Jembatan Kapuas Tayan bisa langsung ke lokasi. “Sekarang Jembatan Kapuas Tayan sudah jadi, silahkan datang dan menggunakannya,” tutupnya.

Jembatan Kapuas Tayan merupakan jembatan terpanjang di Kalimantan. Jembatan ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama 280 meter terbentang dari Desa Kawat ke Desa Pulau Tayan Utara. Kemudian bagian kedua, 1.140 meter menghubungkan Desa Pulau Tayan Utara ke Desa Piasak. 

Jembatan ini dikerjakan oleh dua kontraktor, yaitu kontraktor nasional, PT Wijaya Karya (WIKA) dan kedua dikerjakan kontraktor dari Tiongkok. Paket pengerjaan jembatan Tayan dilaksanakan selama tiga tahun dengan total nilai kontrak sebesar hampir Satu triliun rupiah, tepatnya Rp907 miliar. Untuk proporsi dana pembangunan berasal dari pinjaman Pemerintah Tiongkok sebesar 90 persen dan 10 persen sisanya dari APBN.

Jembatan yang memiliki lebar 11,5 meter ini dilengkapi jalan akses sepanjang 3,7 kilometer. Tinggi jembatan dari permukaan air sekitar 15 meter. Telah diperhitungkan jika air pasang dan surut sehingga tidak mengganggu lalu lintas air. Mengingat Sungai Kapuas tetap menjadi salah satu nadi transportasi masyarakat Kalbar. Sedangkan untuk lengkung tengah panjangnya 200 meter. Fungsinya selain memperkuat fondasi juga memperindah jembatan jika dilihat dari kejauhan. 

Ketua DPD AKJI (Asosiasi Kontraktor Jasa Konstruksi Indonesia) Kalbar M Sholeh HB berharap dengan diresmikannya jembatan Kapuas Tayan maka bisa berdampak positif bagi masyarakat Kalbar. Khususnya masyarakat di daerah tersebut dalam mempermudah distribusi hasil pertanian, tambang serta hasil hasil bumi lainnya. 

“Kita juga berharap infrastruktur di Kalbar ke depan semakin baik lagi. Tidak hanya terputus sampai di Jembatan Kapuas Tayan saja tetapi bisa berlanjut ke daerah-daerah lainnya.  Baik berupa jembatan sekala besar, menengah atau pun kecil, serta jalan-jalan baik lintas negara, provinsi, kabupaten sampai lintas kecamatan sangat didambakan oleh masyarakat Kalbar,” terangnya. 

Dirinya pun menyatakan siap mendukung penuh program pemerintah baik pusat, provinsi, kabupaten atau kota di Kalbar. Seperti dalam peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, gedung serta sarana dan prasarana lain demi tercapainya nawa cita Presiden RI Joko Widodo. 

Salah satu tokoh masyarakat Kalbar Rusliansyah D Tolove juga menyambut baik diresmikannya Jembatan Kapuas Tayan. Menurutnya selama ini terjadinya peningkatan ongkos angkutan barang diakibatkan infrastruktur yang belum memadai. 

Dengan adanya jembatan ini tentu bisa memberikan efek ganda terhadap pertumbuhan ekonomi dareah. Sehinga sektor riil bisa tumbuh. “Cost bisa berkurang kemudian harga jual bisa semakin terjangkau,” ucapnya.

Syarif Amin Assegaf, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar menyambut baik kedatangan Presiden Jokowi ke Kalbar.  Banyak hal yang diinginkan warga Kalbar kepada pemerintah pusat. Mengatasi problem kemacetan yang sepanjang hari dihadapi oleh masyarakat di Kota Pontianak. Pembangunan jalan alternatif, jembatan layang dan kelanjutan mega proyek outer ring road di Kubu Raya-Kota Pontianak. Sejak dulu program dimaksud hanya masih sebatas wacana. Harusnya diwujudkan dengan mendorong masuknya dana pusat ke daerah.   Ada juga, harapan warga supaya Jembatan Kapuas III dapat terealisasi cepat guna mengurangi kemacetan. 

Politisi Nasdem ini menyampaikan persoalan lain yang harus diketahui presiden RI, bahwa kabupaten/kota di Kalbar sering byar pet listrik. Hampir sepanjang hari terjadi tanpa mengenal waktu. Presiden Jokowi harus membantu mengatasi persoalan kelistrikan di Kalbar. ”Ini agar investasi tidak lari,” katanya.

Ia mengatakan sebetulnya persoalan listrik sedikit banyak memang ada banyak jalan keluar. Seperti wacana PLN Kalbar bekerjasama dengan pemerintah Malaysia dan swasta untuk mengatasi byar pet listrik. Ini memang menjadi salah satu solusi, namun seperti menampar muka sendiri. ”Sama saja perusahaan negara seperti PLN tidak mampu memberikan penerangan kepada warganya,” tutur dia.(arf/bar/den)

Berita Terkait