Tingkatkan Produktivitas Panen

Tingkatkan Produktivitas Panen

  Kamis, 14 March 2019 09:06
PANEN PADI: Kepala Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus Hero yang mewakili Gubernur Kalbar saat panen perdana padi di Desa Sumber Rejo, Sandai, Kabupaten Ketapang. FOTO IST

Berita Terkait

PONTIANAK-Dinas Pertanian Kalimantan Barat mendorong petani di daerah meningkatkan produktivitas panennnya. Hal itu diminta Kepala Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus Hero yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat saat panen perdana padi di Desa Sumber Rejo, Sandai, Kabupaten Ketapang.

“Sekarang produktivitas sudah empat ton per hektare. Jika lebih ditingkatkan maka kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Hero di Ketapang, Selasa, kemarin.

Hero memastikan pemerintah memiliki komitmen kuat mengembangkan sektor pertanian. Saat ini anggaran pertanian sudah masuk 10 besar dalam APBN. “Anggaran memang besar tapi tetap tidak bisa memenuhi semuanya. Tetap ada skala prioritas dan dilakukan bertahap,” jelas dia. 

Ia mengingatkan mulai dari petani kelompok tani ataupun gabungan kelompok tani mesti serius mengolah pertanian. Tujuannya untuk menjemput anggaran di pemerintah pusat. “Buktikan bahwa kita semua benar-benar serius mengembangkan pertanian sehingga bantuan yang turun pun tidak sia-sia,” jelas dia. 

Selain itupun, menurutnya Petani harus bisa mandiri. Ia menilai jika mandiri maka petani akan mampu berdaya saing, sehingga menghasilkan produktivitas pertanian yang berkelanjutan. 

“Petani mandiri adalah visi ke depan. Jadi jangan menjadi petani manja. Kami menginginkan petani modern. Apalagi alat bantuan pertanian juga terus hadir untuk petani,” jelas dia. 

Ia pun memastikan pemerintah terus memperhatikan dan memantau kebutuhan dan bantuan untuk petani. 

“Bantuan itu tetap harus prosedural. Seperti melalui proposal, sehingga tahu seberapa penting kebutuhan bagi petani di daerah,” ujar dia. 

Ia pun mendorong petani untuk mampu menghasilkan produk pertanian terutama padi yang berkualitas.

“Harapannya petani sudah bisa mengeluarkan produk beras kemasan dengan merek lokal di sini. Itu adalah kebangggaan. Apalagi variasi jenis padi seperti padi khusus yakni hitam dan merah yang sudah ada perlu dimaksimalkan pengembangannya. Harganya sangat tinggi dan pasarnya sangat luas,” pungkasnya. (mse/ser)

Berita Terkait