Tingkatkan Fasilitas Cegah Karhutla

Tingkatkan Fasilitas Cegah Karhutla

  Senin, 25 July 2016 09:30
BERSAMA: Tim pencegahan dan penanggulangan karhutla desa siaga api bersama manajemen PT Agrolestari Mandiri.

Berita Terkait

Parades Simorangkir, Regional Controler PT Agrolestari Mandiri, anak usaha perkebunan Sinarmas di Kalimantan Barat menyampaikan, sosialisasi pencegahan karhutla harus didukung dengan fasilitas lengkap dan sumberdaya manusia yang terlatih. “Sesuai peraturan pemerintah, kami telah memenuhi unit-unit pemadaman. Jumlahnya kami sesuaikan dengan luas kebun. Sejauh ini sudah mencukupi, meski demikian, kemungkinan akan kami tambah lagi,” ujarnya, belum lama ini.

Pihaknya pun terus memantau fasilitas pendukung, agar siap digunakan kapan saja dibutuhkan. Pos-pos pemantau api, lalu embung-embung untuk menyimpan air saat terjadi kemarau atau kebakaran terus ditambah jumlahnya. Selain itu, menara api pun terus dibangun untuk memenuhi peraturan pemerintah. 

“Kami pun sedang membangun lahan konservasi, sebagai upaya Reforestasi atau penghutanan kembali,” jelasnya, “Semua sudah kami upayakan, daerah yang rawan titik api yang masuk area konservasi,  telah  kami rehabilitasi, agar dapat mencegah terjadinya karhutla. Kami hutankan kembali, airnya dibendung supaya  air tidak keluar dan lahan tetap basah. Semua persiapan dan tindakan di lapangan telah kami lakukan dan akan ditingkatkan.”

Berbagai upaya pencegahan karhutla telah dilakukan Sinarmas sejak lama, seperti: (1) Membuka jalan di pinggiran hutan yang berbatasan dengan area kebun sebagai sekat api. (2) Membuat sekat-sekat air di parit CR dan MR. (3) Membuat kanal untuk  pengaliran air ke titik yang sulit air. (4) Membuat amaran-amaran pada lokasi rawan kebakaran. (5) Menempatkan tangki air kapasitas 20 ton sebagai sumber air pemadaman di berbagai lokasi rawan kebakaran. (6) Menambah jumlah menara api sesuai dengan aturan pemerintah & pos-pos pemantau. (7) Membuatkan embung-embung air sebagai sumber air bilamana dibutuhkan.

 “Kami pun membuat struktur organisasi tanggap darurat kebakaran yang jelas,” ujarnya. Regional Controler mengontrol langsung kerja ketua tim tanggap darurat karhutla, yang dibantu sekretaris dan pembantu umum. Ketua tim membawahi ketua harian yang mengkoordinasikan enam regu, yaitu pemadam (racun, pasir, goni, galah), pengaman, penyingkir, evakuasi, kesehatan, dan penghubung. Kerja tim juga dibantu, tim masyarakat yang terlah dibentuk pada tiap desa siaga api di area kebun.

“Kerja tim didukung peralatan pemadaman lengkap, seperti mobil pemadam, traktor, trailer tangki air dan mesin pompa, mesin pompa protable dan selang isap, selang pembuang dan nozzle, masker dan kacamata, sepatu boot, helm dan galah pengait, chainsaw, sekop, dan toolkit,” pungkasnya.

Para karyawan, sudah jauh hari dibekali bagaimana rasa kepedulian terhadap lingkungan lebih ditingkatkan.  Contoh sederhana, tidak membuang puntung rokok pada saat beraktivitas.

"Itu semua sudah kita lakukan bahkan saat ini yang menjadi perhatian kami adalah daerah yang menjadi rawan titik api,” tutur Parades. Pada akhirnya, secara aksi  di lapangan, para pasukan siaga api dinyatakan siap menghadapi Karhutla. Di samping itu perusahaan juga telah melakukan sosialisasi kepada anak-anak sekolah dan Ibu-ibu tentang bahan kebakaran serta apa peranan mereka untuk mencegah terjadinya kebakaran. (d1)

Berita Terkait