Tingginya Permintaan Lempok Durian

Tingginya Permintaan Lempok Durian

  Rabu, 2 January 2019 09:20
ADUK DURIAN: Para pekerja saat sedang mengaduk lempok durian. Durian tersebut harus di aduk hingga satu jam tanpa henti hingga teksturnya mengeras.

Berita Terkait

​Ekspor Hingga Luar Negeri

Panen durian saat ini tidak hanya dirasa untung untuk para pedagang buah durian, akan tetapi juga produksi dodol atau lempok durian. Ini dilihat dari banyaknya permintaan lempok durian tak hanya di Kalbar, akan tetapi hingga luar negeri. 

Riesala Anvar, Sungai Raya

BERTEMPAT di Desa Kapur, kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, puluhan orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada yang bertugas mengaduk dodol, ada yang bertugas membuka buah durian, hingga yang bertugas mengepak dodol agar siap dipasarkan. 

Permintaan dodol/ lempok durian kini masih sangat tinggi. Terbukti seharinya bisa 3.500 buah durian habis dijadikan lempok dan bisa menghasilkan 700 kg lempok durian. Untuk proses pembuatannya, satu kali produksi di kuali bisa mencapai satu jam lebih. 

“Disini ada sembilan kuali yang berukuran besar, besok kita akan tambah tiga kuali lagi, Karena banyaknya permintaan dari luar. Banyak permintaan dari luar seperti dari Jakarta dan Ketapang. Total ada enam ratus pesanan, tetapi sekarang baru mencapai dua ratus kalengan,” jelas Andi selaku kepala toko. 

Andi menjelaskan, jika produksi pada panen durian kali ini lebih banyak permintaannya dari panen durian sebelumnnya. Untuk satu tahun bisa dua kali produksi, tergantung musim durian yang ada di Kalbar. Ia mengatakan jika durian-durian tersebut di ambil dari daerah Balai Karangan dan Kabupaten Sekadau.

Untuk produksinya, biasanya sampai satu bulan lebih sampai duriannya habis, kalau sekarang ini masih berlangsung baru dua minggu. “Biasanya paling lama itu kita dua bulan produksinya, itu pun jika buahnya sedang banyak. Jika buahnya lagi sedikit biasanya hanya sampai satu bulan. Untuk prosuksi lempok durian ini sudah lama sekali, sekitar tahun sembilan puluhan. Dulu produksinya di jalan gajah mada, baru pindah ke sini,” tuturnya. 

Ia mengatakan, satu kaleng lempok durian ini berisikan 27 kg dan dijual dengan harga Rp1,8 juta. Untuk pembuatannya satu kuali tersebut bisa sampai 70 buah durian dan 2,5 kilo gula hingga menghasilkan 10 kg lempok durian bersih. “Tak hanya dari dalam negeri, ini juga di ekspor hingga luar negeri seperti ke Cina dan Malaysia. Cuman Jakarta sih yang paling banyak nah dari situ biasanya di ekspor ke luar,” tutupnya. (*)

Berita Terkait