Tim YAS Tuntut Pilkada Ulang

Tim YAS Tuntut Pilkada Ulang

  Sabtu, 7 July 2018 10:00
KEBERATAN: Abang Adi Subrata selaku Tim Pasangan Mantap ketika menyerahkan salinan keberatan kepada Ketua KPU Sanggau, Sekundus Ritih pada Sidang Pleno KPU Sanggau, Jumat (6/7) sore kemarin. SUGENG/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Hasil Pleno Menangkan PH-YO 

 SANGGAU –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sanggau telah menyelesaikan Sidang Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu Bupati Sanggau 2018 pada Jumat (6/7) malam di Gedung Pertemuan Umum. Sidang Pleno ini diwarnai aksi walk out dari Tim Pemenangan YAS. Meski demikian, proses pleno tetap dituntaskan.

Dari rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU Sanggau, Paslon Paolus Hadi-Yohanes Ontot (PH-YO) meraih suara terbanyak. PH-YO menang di sepuluh kecamatan dengan total perolehan 134.785 suara. 

Raihan ini mengungguli Paslon Yansen Akun Effendi-Fransiskus Ason yang menang di lima kecamatan dengan perolehan 101.164 suara. Adapun total suara sah mencapai 235.949 suara dan suara tidak sah 11.535 suara.

Ketua Tim Pemenangan PH-YO, Andriyus Wijaya menyampaikan terima kasih kepada semua pendukung pasangan PH-YO dan masih akan menunggu penetapan oleh KPU Sanggau. “Terima kasih kepada semua pendukung pasangan PH-YO,” ujarnya. 

Sebelumnya, Tim Pasangan Calon (Paslon) Yanses Akun Effendi-Fransiskus Ason (YAS) menyampaikan beberapa keberatan terkait hasil penyelenggaraan Pilbup Sanggau 2018.  Saksi Pasangan Mantap, Abang Adi Subrata membeberkan beberapa indikasi kecurangan yang dihimpun oleh timnya.

Ia menyatakan bahwa proses maupun hasil pemungutan suara Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sanggau sarat pelanggaran hukum. Dengan demikian, apapun hasil yang ditetapkan KPU Sanggau adalah cacat hukum. Karena itu, pihaknya meminta dilakukan pemilihan proses pemilihan ulang di semua TPS yang ada di 15 kecamatan se-Kabupaten Sanggau.

Adapun poin-poin kecurangan yang disampaikannya yakni pertama, KPU Sanggau tidak melakukan perbaikan dan verifikasi ulang terhadap seluruh data DPT ganda sebanyak 13.800 pemilih.  Data DPT yang menurut KPU merupakan hasil perbaikan masih ditemukan DPT ganda sebanyak 10.437 pemilih.

 Bahkan pada pemungutan suara 27 Juni 2018, KPPS tidak mencoret data DPT ganda yang telah dicoret saksi paslon nomor urut satu. Hal ini jelas melanggar ketentuan pasal 27 huruf (f) PKPU Nomor 8 Tahun 2018.

 Kemudian, banyak TPS yang jumlah kertas surat suaranya kurang dari jumlah DPT untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sanggau. Semestinya, jumlah kertas suara di kotak suara tersegel harus sesuai dengan jumlah DPT ditambah cadangan 2,5 persen.  Selain itu, sebelum hari pelaksanaan pemungutan suara, banyak pemilih yang tidak mendapat undangan memilih, form C6-KWK. 

Ditemukan form C1 plano-KWK yang tidak mencantumkan kolom jumlah seluruh suara sah, suara tidak sah, jumlah suara sah dan tidak sah serta adanya keterlibatan aparatur sipil negara. Selanjutnya, ada dugaan pemanfaatan program pemerintah untuk kepentingan paslon incumbent.

 Kemudian ditemukan form C-KWK dan atau C1-KWK yang diterima saksi paslon nomor urut satu tidak sesuai PKPU 8 Tahun 2018 serta adanya pembukaan kotak suara yang sudah disegel di tingkat desa/kelurahan (PPS). Semestinya KPPS wajib menyegel, menjaga, mengamankan keutuhan kotak suara setelah rapat perhitungan suara di TPS dan menyerahkan ke PPK dalam keadaan tersegel melalui PPS.

 Ketua KPU Sanggau, Sekundus Ritih ketika dikonfirmasi Pontianak Post mengatakan bahwa pihaknya telah mendengarkan keberatan yang disampaikan oleh tim dari paslon YAS pada Sidang Pleno KPU Sanggau dan didengar oleh Panwaslu Kabupaten Sanggau, tim pemenangan nomor urut dua serta stakeholder yang hadir pada rapat tersebut.

 Meski ada keberatan tersebut, kata Sekundus, pleno tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Iya, proses pleno tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kami sudah mendengarkan keberatan mereka sebagaimana yang kita dengar bersama. Berita acaranya terkait keberatan dan lainnya juga nanti dibuat,” katanya.

 Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Paslon PAH-YO, Andriyus Wijaya menyampaikan bahwa pihaknya tidak terlalu mempersoalkan keberatan yang disampaikan oleh Tim Pemenangan Paslon YAS. Menurutnya, keberatan tersebut sebagai bentuk demokrasi yang mesti dihargai dalam menjaga proses demokrasi di Kabupaten Sanggau.

 “Kami menganggap biasa-biasa saja keberatan yang mereka sampaikan dan keberatan-keberatan seperti itu bukan hal yang aneh dalam pesta demokrasi seperti pemilukada,” tegasnya. (sgg)

Berita Terkait