Tim Sembilan di Balik Layar Kesuksesan Pontianak Berjepin

Tim Sembilan di Balik Layar Kesuksesan Pontianak Berjepin

  Rabu, 25 Oktober 2017 10:00

Berita Terkait

Ide Libatkan Masyarakat,  Lagu Kote Pontianak Paling Pas 

Tak seperti acara seremonial. Tahun ini, HUT Pontianak sukses mengumpulkan 5 ribu peserta untuk menari jepin massal depan Kantor Wali Kota Pontianak. Ada 9 orang kerja keras di balik layar untuk menyukseskan acara ini. Siapa dia? Bagaimana ide awal mereka hingga penyelenggarannya sukses?

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Perayaan hari jadi 246 Kota Pontianak tak seperti tahun sebelumnnya. Seremoni. Tahun ini, tarian jepin massal jadi pembeda. Pesertanya pun tak hanya melibatkan PNS lingkup Pemerintah Pontianak saja. Masyarakat ikut berbaur merayakan hari jadi kota seribu parit itu.

Saat pelaksanaannya, mereka berjepin massal depan kantor Wali Kota Pontianak. Yang bujang mengenakan pakaian telok belanga lengkap dengan tanjak di kepala, sedangkan baju kurong dikenakan para dare khas tenunan corak insang. 

Di balik kesuksesaa pelaksanaanya, sebenarnya ide tari jepin bersama muncul dari 9 orang pegawai Pemerintah Pontianak. Dia adalah Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rendrayani, Rita Hastarita, Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Abussamah, Kabid Operasi dan Tibum Sat Pol PP, Dini Eka Wahyuni, Kabid Pelayanan Disdukcapil, Harry Ronaldi M, Kabid Ekonomi Kreatif, Disporapar Kota Pontianak, Sefpri Kurniadi, Kabid Olahraga Disporapar Kota Pontianak, Henny Irawaty, Kasi Pengolahan Informasi dan Persandian Diskominfo Kota Pontianak, Sumali Eko Prayitno, Sekcam Pontianak Utara dan Vivi Salmiarni, Penyusun bahan informasi Diskominfo Kota Pontianak.

Dari tim 9 inilah ide tari jepin massal berawal. "Ide ini sebenarnya berangkat dari keinginan melibatkan masyarakat untuk memeriahkan hari jadi Pontianak ke 246. Selama ini perayaan HUT Pontianak seremonial. Pelaksanaan apel, penyerahan penghargaan kemudian tumpengan bersama," kata salah satu Tim Sembilan, Rendrayani, Selasa pagi.

Tahun ini, kami ingin ada kegiatan dibuat wah. Mereka ingin perayaan HUT Pontianak antara PNS dan masyarakatnya tak berbatas. Semuanya menyatu dan membaur untuk Pontianak.

Ide gerakan jepin kata dia dipilih karena pihaknya ingin mengangkat nilai budaya sekaligus memasyarakatkan tari jepin.

Tak mudah memang mewujudkannya. Sedangkan waktu pelaksanaan tinggal hitungan bulan. Kami pun melakukan segala persiapan. Untuk gerakan pihaknya dapat banyak masukan. Salah satunya dari Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Beliau menganjurkan agar sebelum berjepin, diselipkan yel-yel. Gerakannya pun harus membangkitkan semangat.

"Untuk gerakan ini kami kerjasama dengan sanggar tujuannya agar tercipta gerakan yang mudah dipelajari. Konsepnya seperti senam, sehingga sekali gerakan orang bisa langsung ikut. Tapi langkah dasarnya tetap jepin hanya di-combine agar lebih semangat," terangnya.

Untuk lagu "Kote Pontianak" dipilih karena dirasa pas dengan gerakan tari jepin. Lirik lagunya juga dirasa pas. Lagunya juga dapat mengenalkan Pontianak ke masyarakat luas.

Sebelum hari H, kami terlebih dahulu melakukan sosialisasi Pontianak berjepin ke masyarakat melalui sosial media. Kami juga sebagai koordinator selama pelaksanaan latihan jepin. "Banyak tantangannya bang," ucapnya.

Awalnya, kami hanya menargetkan 2.460 orang sesuai hari jadi Kota Pontianak 246, dengan perkiraan 1000 PNS, 1000 Pelajar dan selebihnya masyarakat.

Sejalan sosialisasi yang dilakukan, nyatanya sambutan masyarakat begitu tinggi dengan acara Pontianak berjepin ini. Dari hasil data Bidang Kebudayaan ada 1361 orang terdiri dari kelompok dan perseorangan terdaftar. Itu belum termasuk masyarakat yang datang tanpa mendaftar, karena pendaftaran kami tutup 13 Oktober lalu. Jika ditotal saat pelaksanaan diperkirakan ada 5 ribuan orang berjepin bersama.

Suksesnya Pontianak Berjepin tambah dia, tidak lantas membuat kami berpuas diri. Kedepan kami akan melaksanakan event yang juga melibatkan masyarakat. Semoga tahun depan bisa lebih banyak dari ini. “Tentu utamanya kami ingin melestarikan nilai budaya Pontianak,” tutup mantan Sekretaris Camat Pontianak Timur ini.(***)

Berita Terkait