Tim Gabungan Sita 4,5 Ton Antimoni

Tim Gabungan Sita 4,5 Ton Antimoni

  Jumat, 30 November 2018 10:12
DIGAGALKAN: Personel TNI menggagalkan upaya penyelundupan batu antimoni ke Malaysia, Rabu (28/11).

Berita Terkait

Coba Diselundupkan ke Malaysia

PUTUSSIBAU - Tim gabungan Pamtas Yonif 320/BP bersama kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan hasil tambang berupa batu Antimoni ke Malaysia, Rabu (28/11). Petugas berhasil mengamankan satu unit dump truck berisi 4,5 ton batu antimoni berikut sopirnya, RY, warga Dusun Sukadana Desa Pinang Luar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya.

Penangkapan hasil tambang tersebut bermula saat tim gabungan melakukan patroli di sepanjang perbatasan dan jalan tidak resmi Desa Sebindang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Patroli ini dipimpin Kapten Inf Sugeng Rahmad bersama anggota Polres Kapuas Hulu. 

“Menurut keterangan, batu Antumoni itu berasal dari Desa Boyan Tanjung, Kecamatan Boyan Tanjung,” kata Komandan Batalyon Satgas Pamtas Yonif 320/BP, Letkol Inf Imam Wicaksana.

Berdasarkan pemeriksaan, sopir mengaku diupah sebesar Rp600 ribu untuk mengangkut hasil tambang tersebut ke Jalan Sebindang, Kecamatan Badau. Setelah tiba di jalan itu, ia dijemput oleh penghubung yang mengarahkan untuk bongkar muat di jalan tidak resmi dekat perbatasan.

 “Pada saat akan melakukan bongkar muat itulah dilakukan penangkapan. Selanjutnya, barang bukti dan sopir diamankan di pos mentari dan diserahkan kepada pihak Bea Cukai Badau,” katanya.

Imam menyebutkan, sopir tersebut mengaku tidak mengetahui pemilik barang tersebut. Ia hanya bertugas sebagai pembawa barang. 

“Jumlah batu antimoni yang akan diselundupkan ini kurang lebih 4,5 ton di mana harga di pasaran bebas sebesar US $ 50/kg sehingga diperkirakan kerugian negara sebesar US $ 225 ribu,” paparnya.

Antimoni digunakan untuk membuat senjata ringan dan tracer bullets (peluru penjejak), detektor inframerah, dioda dan peralatan hall-effect.  Antimoni juga dapat meningkatkan kekerasan dan kekuatan timbal, baterai, logam anti friksi, pembungkus kabel, dan produk-produk minor lainnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C, Nanga Badau, Putu Alit membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Benar. Posisi barang bukti berikut sopir saat ini diamankan di kantor Bea Cukai Nanga Badau,” katanya saat hubungi Pontianak Post, kemarin.

Menurut Putu, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir. “Sementara masih kami dalami. Pemeriksaan baru sebatas pada sopir dan menyelidiki orang-orang yang disebutkan oleh sopir. Belum sampai pada keterlibatan perusahaan. Apakah barang itu milik perorangan atau perusahaan,” katanya.

Terkait dugaan pelanggaran kepabeanan, Putu belum dapat menyimpulkan. “Belum karena ini masih terlalu dini untuk menerapkan pasal atau pelanggaran apa yang dijatuhkan. Kami dalami dulu,” tegasnya. (arf)

 

Berita Terkait