Tim FT Untan Serahkan Reaktor Pengolah Pupuk Organik Cair

Tim FT Untan Serahkan Reaktor Pengolah Pupuk Organik Cair

  Jumat, 20 July 2018 10:00
FOTO BERSAMA: Tim PKM Untan foto bersama kelompok tani. IST

MELALUI Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Riset Dikti, Tim Fakultas Teknik Universitas Tanjunpura menggelar sosialisasi dan penyerahan reaktor pengolah pupuk organik cair dari limbah darah RPH sapi kepada kelompok tani Karya Usaha II di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Tim PKM FT Untan bekerjasama dengan Jurusan Budidaya Tanaman Pangan Politeknik Tonggak Equator Pontianak. Tim diketuai Dian Rahayu Jati ST MSi; anggota Emilia Farida Budi Handayani SP MMA dan Ochih Saziati SSi MSc; serta melibatkan mahasiswa Aufa Enggar Tyasto, Anugrah Taufiqurrachman, Mohammad Aji Diantoro, dan Landa Gustiar.

Kegiatan juga bermitra dengan RPH Sapi Kota Pontianak di Jl Pelabuhan Rakyat, Kecamatan Pontianak barat, sebagai penghasil limbah darah sapi. Serta Poktan Karya Usana II yang diketuai Tocang sebagai pengolah pupuk organik cair. “Program dilaksanakan selama delapan bulan, Maret-Oktober 2018,” ujar Dian.

Tahapan yang sudah dilakukan dalam kegiatan PKM ini meliputi perencanaan, penyuluhan, pelatihan pembuatan biakan EM4 dan pupuk organik cair; pengujian kualitas pupuk; pembuatan demplot; dan pendampingan; serta pembinaan kepada anggota Poktan Karya Usaha II. Tahap perencanaan diawali dengan melakukan perizinan dan koordinasi dengan pihak RPH Sapi Kota Pontianak terkait rencana pengambilan darah sapi yang akan diuji pendahuluan di laboratorium. Sedangkan koordinasi dengan Poktan Karya Usaha II dilakukan untuk mengetahui masalah yang mereka hadapi terkait tingginya harga pupuk organik yang mereka butuhkan dan tingginya harga sewa mesin perontok padi.

Penyuluhan merupakan tahap awal sebelum pembuatan pupuk organik dengan menggunakan reaktor yang sudah disediakan. Penyuluhan menjelaskan kepada masyarakat tentang pembuatan EM4 biakan dan cara mengolah limbah darah sapi untuk dijadikan pupuk organik cair dan pengaruhnya terhadap tanaman apabila pupuk tersebut diaplikasikan. Selain itu, dilakukan percobaan uji demplot pada lahan tanaman milik masyarakat untuk mengetahui kadar pupuk organik cair yang efektif  dengan hasil yang memuaskan.

Harapan dari Tim PKM adalah bagi RPH Sapi Kota Pontianak dengan adanya pemanfaatan limbah darah menjadi pupuk organik cair dapat membantu RPH dalam mengelola limbah darahnya dan mengurangi jumlah limbah darah yang dibuang ke lingkungan. Sedangkan bagi masyarakat terutama Poktan Karya Usaha II memiliki pengetahuan untuk membuat pupuk organik cair sendiri yang dapat menghemat biaya pembelian pupuk serta lebih ramah lingkungan. (mde/ser)