Tiket Penerbangan Domestik Diturunkan

Tiket Penerbangan Domestik Diturunkan

  Jumat, 21 June 2019 10:40

Berita Terkait

Berlaku Pekan Depan, Khusus Pesawat LCC

JAKARTA – Desakan agar harga tiket pesawat diturunkan kembali direspons pemerintah. Kali ini pemerintah berencana menurunkan tarif tiket khusus pesawat berbiaya rendah alias low-cost carrier (LCC) rute domestik. Namun, penurunan hanya berlaku pada penerbangan di hari dan jam-jam tertentu. 

Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kebijakan itu berlaku efektif pekan depan. ”Yang levelnya bukan LCC, silakan jalan (maskapai medium service dan full service tetap menggunakan tarif lama, Red). Rakyat itu kan memang lebih banyak concern dan berkepentingan dengan LCC,” katanya saat konferensi pers kemarin (20/6). Namun, pada jam berapa tepatnya tarif akan diturunkan, pemerintah akan mendengar usulan dari maskapai. Termasuk, skema penghitungan dasar dari penurunan tersebut, apakah didasarkan pada tarif batas atas atau yang lain.

Pada pertengahan Mei lalu, pemerintah menurunkan tarif batas atas (TBA) 12–16 persen. Dari kebijakan tersebut, rata-rata TBA turun 15 persen. Sekretaris Menko Bidang Perekonomian Susiwijono menambahkan, penurunan tarif LCC dilakukan setelah pemerintah melihat penurunan jumlah penumpang pesawat sebesar 28 persen sepanjang caturwulan pertama 2019. ”Kami berusaha berpihak pada kebutuhan konsumen. Tetapi, di saat yang sama juga akan ada insentif untuk maskapai dari sisi fiskal. Itu juga masih digodok, tetapi sesegera mungkin difinalkan,” ucapnya. Susi –sapaan akrab Susiwijono– menargetkan kebijakan insentif tersebut dikeluarkan pekan depan.

Komponen biaya penerbangan, sambung dia, dikontribusikan oleh avtur sebesar 30–31 persen, sewa pesawat 20–24 persen, dan SDM pengelolaan 14–16 persen. Kemudian, biaya spare part dan maintenance 16–20 persen, pengelolaan bandara 0,6 persen, dan sisanya diisi biaya lain-lain. Untuk meringankan beban maskapai yang tarif tiketnya diturunkan, insentif fiskal baru berfungsi menurunkan beban pengeluaran setiap komponen tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap penurunan tarif tiket pesawat dan insentif fiskal dapat meringankan beban kedua pihak, baik konsumen maupun maskapai. ”Keberlangsungan angkutan udara memang harus kita jaga, karena kita negara kepulauan. Oleh karenanya, seluruh pihak akan bersedia untuk turut men-support. Seperti Angkasa Pura I dan II, Airnav, dan pihak-pihak yang memberi beban cost,” ungkapnya. (rin/c10/oni) 

Berita Terkait