Tiga WNA Diciduk Imigrasi

Tiga WNA Diciduk Imigrasi

  Jumat, 16 March 2018 11:00
DIAMANKAN: Kasi Wasdakim Panji bersama tiga WNA yang diamanakan. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Dua Filipina, Satu Bangladesh

SINGKAWANG--Kantor Imigrasi Kelas II Kota Singkawang menangkap tiga warga asing yang tidak memiliki dokumen lengkap. 

"Dua orang warga berasal dari Filipina dan satu orang lagi asal Banglades, " ungkap Kepala Kantor Kelas II Imigrasi Singkawang Noor Agus Nurhidayat, kepada koran ini Kamis (15/3) kemarin. Ketiga warga negara asing (WNA) ini di Kabupaten Bengkayang yang merupakan wilayah kerja Kantor Imigrasi kelas II Singkawang. 

Mereka yang ditangkap dan ditahan di ruang detensi Kantor Imigrasi kelas II Singkawang Saker Sali (laki laki) tempat tanggal lahir Pilas Island Filipina, 26 Juni 1969, agama Islam pekerjaan wiraswasta,  status  sipil, kewarnageraan Filipina. 

Alamat di Indonesia di Dusun Sayung RT 001 Kelurahan Dharma Bakti Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang. Kedua, John Caimor,  tempat tanggal lahir Calape Mindanau, 08 Mei 1972 bekerja wirawasta asal Filipna. Di Indonesia ia beralamat Jalan Nura RT 012/007 Kelurahan Bumi Emas Bengkayang.  Ketiga Anil Sarkar Tempat tanggal lahir Parepur 7 Oktober 1980 asal Bangladesh  alamat di Indonesia Dusun Lumar RT/RW 001/001 Desa Lumar Kelurahan Tiga Berkat Kecamatan Lumar Kabupaten Bengkayang. 

"Ketiganya ini rata rata sudah kawin dengan warga Bengkayang, " terangnya. 

Ketiganya tertangkap sekitar seminggu lalu. Dimana dari keterangan ketiga WNA ini masuk jalur tikus perbatasan Jagoi Babang. Dimana penangkapan ketiganya dilakukan di rumah sesuai alamat dimana mereka tinggal selama di Kabupaten Bengkayang. 

Saat ini,  pihak Imigrasi tengah melakukan penyelidikan terkait keberadaan WNA,  penangkapan tersebut merupakan hasil tindakn lanjut penyelidikan pihaknya. "Aktivitas mereka rata rata buruh kasar, " jelasnya. 

Terkait apa yang dilakukan pada ketiga WNA ini,  kata dia, pihaknya lagi mengurus proses administrasi termasuk berkomunikasi dengan konsulat negara asal ketiga WNA tersebut. 

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan orang asing khususnya di wilayah Imigrasi kelas II Singkawang. 

Pihak Imigrasi mengatakan dalam pengawasan orang asing ini, sudah ada Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora), yang berisikan sejumlah instansi pemerintahan. 

Tim Pora ini merupakan wadan bertukar informasi terkait orang asing dengan masing masing tugas dan fungsi instansi sesuai bidangnya. ia mengatakan adanya Tim Pora ini maka akan lebih mudan mengkoordinir dan mengarahkan orang asing. 

"Jadi masyarakat jangan salah kaprah bahwa urusan orang asing larinya ke Imigrasi, padahal tergantung masalahnya apa. Imigrasi hanya memberikan izin tinggal,  tergantung   jika masalah tenaga kerja maka yang menangani instansi tenaga kerja,  jika permasalahn terkaitb keparawisataan maka instansi yang mengurus pariwisata," ungkapnya. (har) 

Berita Terkait