Tiga Warga Digigit, Kades Tetapkan KLB

Tiga Warga Digigit, Kades Tetapkan KLB

  Sabtu, 1 Oktober 2016 10:14

Berita Terkait

Rabies semakin menakutkan. Bahkan, Kades Nanga Dangkan Kapuas Hulu langsung menetapkan desanya sebagai KLB Rabies. Tiga warganya digigit anjing yang dicurigai sudah tertular rabies. Sampel gigitan anjing sudah dikirim ke provinsi, dan anjing tersebut sudah dibunuh.

 
 

 

Mustaan, KAPUAS HULU

 

BELAKANGAN kehadiran Hewan Penular Rabies (HPR) atau anjing pengidap rabies menjadi teror. Kamis (29/9) kemarin, tiga warga Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu terkena gigitan anjing yang positif rabies; Mereka adalah Sutirah, Jhody, dan Burhanudin.

Atas kejadian itu, Kepala Desa Nanga Dangkan langsung menetapkan desanya masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) dan ketiga korban dilari ke rumah sakit.

Kepala Bidang Peternakan, pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Kapuas Hulu Maryatiningsih membenarkan adanya kejadian gigitan positif HPR di Kecamatan Silat Hulu tepatnya di desa Dangkan.

Dijelaskannya, kordan bernama Jhody (17) dicakar oleh anjing yang sama. Namun anjing telah dibunuh dan sampel kepalanya sudah dikirim ke laboratorium di Provinsi.

“Sampel kepala anjing sudah kami kirim ke laboratoriusm Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi. Menurut informasi, hasil uji laboratorium sampel yang dikirim itu positif rabies,” terangnya.

Korban kedua korban yang digigit sudah medapatkan VAR, sementara untuk Jhody yang dicakar anjing tersebut langsung diberikan VAR dari Dinkes melalui petugas puskesmas kecamatan silat Hulu.

Untuk anjing liar (tanpa pemilik) yang  menggigit ke 3 korban telah dibunuh warga setempat. Pihak desa menetapkan saat itu Nanga Dangkan dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa) berdasarkan surat keputusan Kepala Desa setempat.Kapolsek Silat Hulu Iptu Josni Barus mengatakan, dengan adanya peristiwa itu perangkat desa telah menghimbau desa-desa sekitarnya agar waspada terhadap rabies.

Tidak hanya desa, Kapolsek Silat Hulu juga telah meminta petugas vaksin dari Dispertanak dan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas untuk memberikan vaksin anti rabies (VAR) baik untuk manusia maupun terhadap hewan.

“Saya imbau masyarakat Kecamatan Silat Hulu untuk waspada dengan  adanya wabah penyakit Rabies ini. Jangan melepas liarkan anjing-anjing peliharaannya,” imbau Josni.

Kapolsek juga meminta warga yang memiliki peliharaan anjing  segera mengikatnya atau dibuat kandang khusus, sehingga tidak berkeliaran dan dikhawatirkan tertular virus rabies dari anjing-anjing liar.

“Penyakit rabies hingga saat ini belum ada obat penyembuhnya. Karenanya perlu tingkatkan kewaspadaan. Tidak hanya anjing, hewan lain seperti kucing juga sebagai HPR,” tutur Kapolsek. (*)

 

Berita Terkait