Tiga Truk Barang Selundupan Tak Bertuan

Tiga Truk Barang Selundupan Tak Bertuan

  Minggu, 24 March 2019 09:10
DIAMANKAN: Bea Cukai Pontianak mengamankan tiga truk yang membawa barang impor dari Malaysia tanpa dokumen. SITI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Bea Cukai Lacak Pemilik

PONTIANAK – Bea Cukai Pontianak masih melacak pemasok dan pemilik tiga truk barang impor tanpa dokumen asal Malaysia yang diamankan, Rabu (13/3) lalu. Hingga saat ini, belum ada seorang pun yang telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Kasi Humas Kanwil Bea Cukai Kalbar, Ferdinan Ginting menyatakan, pihaknya masih memeriksa tiga sopir truk serta pihak ekspedisi berinisial EK yang mengangkut barang impor tersebut. "Ya, (statusnya) masih terperiksa," ungkapnya, Sabtu (23/3). 

Ferdinan mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, diduga barang impor tersebut masuk melalui Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Barang-barang impor itu akan dikirim ke Jakarta melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak. Pihaknya pun masih kesulitan melacak pemasok atau pemilik barang-barang tersebut. "Ini masih kami dalami," jelasnya. 

Sebelumnya, pada Rabu (13/3) Bea Cukai Pontianak melakukan penegahan terhadap beberapa barang impor yang tidak dilengkapi dokumen. Barang-barang itu dimuat ke dalam tiga truk Fuso dengan plat nomor B9298L, B9665UDF,  dan BK8247XY. Ketiga truk itu rencananya akan berangkat menuju Jakarta menggunakan Kapal Fajar Bahari pada pukul 21.00 WIB pada 13 Maret 2019. 

Beberapa barang impor tersebut diduga melanggar aturan kepabeanan yaitu pasal 102 Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

"Berdasarkan informasi awal, ketiga truk tersebut diduga membawa minuman mengandung etil alkohol yang diduga masuk via perbatasan darat menuju Jakarta. Setelah kami lakukan pemeriksaan, didapati barang-barang lain yang diduga barang selundupan, mulai dari ballpress, obat-obatan tradisional, minuman beralkohol tinggi, motor, dan lain-lain," ungkap Sri Rahayu, Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Pontianak.

Sri merinci, satu truk bernomor polisi B9298L mengangkut sekitar 100 ballpress, truk bernomor BK8247XY mengangkut 19 karton yang berisi obat-obatan berbentuk kapsul, pil, salep, botol, dan truk bernomor B9665UDF mengangkut 115 karton berisi obat-obatan tradisional. Modus operandinya, jelas dia, adalah dengan mencampurkan beberapa jenis barang lokal dan impor dalam satu kendaraan. Buah-buahan diletakkan di bagian atas dan barang-barang yang diduga ilegal diletakkan secara acak di bagian bawah bercampur dengan barang lainnya.

"Di atasnya ada buah pisang dan jeruk, yang menutupi barang-barang lainnya," ujar dia. 

Sementara itu, untuk obat-obatan yang berhasil disita, pihaknya telah bekerjasama dengan BPPOM untuk menelitinya. "Sementara ini sebagian diketahui belum ada izin edar, sebagian masih dalam proses," pungkasnya. (sti)

Berita Terkait