Tiga Pengeroyok Anggota TNI Diringkus

Tiga Pengeroyok Anggota TNI Diringkus

  Jumat, 14 December 2018 11:23
PASCA RIBUT: Sejumlah anggota TNI berjaga di Polsek Ciracas, Jakarta, Kamis (13/12). Pasca kerusuhan yang terjadi pada Rabu dini hari (12/12) pelayanan di Polsek Ciracas kembali dibuka. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

Berita Terkait

Polisi Belum Mau Sebut Pelaku Perusakan Mapolsek

JAKARTA – Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten Komaruddin dengan anggota Paspampres Pratu Rivo Nanda di pertokoan Arundina, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Kemarin (13/12) tim Resmob Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku pengeroyokan tersebut.

Ketiganya adalah Herianto Pandjaitan, Iwan Hutapea, dan Suci Ramdani. Sebelumnya, polisi telah menahan Agus Priyantara. Sedang satu pelaku lainnya, Depi, kini masih diburu polisi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Iwan dan Suci yang merupakan pasangan suami istri diamankan di Citayam, Depok. 

Sedang Herianto ditangkap di rumahnya yang masih berada di kawasan Ciracas. "Iya sudah kami amankan mereka. Kami masih kejar satu pelaku lainnya," terang Argo di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Dia menyampaikan peranan masing-masing tersangka dalam melakukan aksi pengeroyokan tersebut. Agus yang pertama kali ditangkap, kata Argo, adalah pelaku yang menarik baju dan memegangi Kapten Komarudin dari belakang. "Dia memegangi korban setelah ada cekcok antara korban dengan HP (Herianto Pandjaitan). Akibatnya ada aksi pemukulan," ujarnya.

Sedangkan Herianto merupakan pelaku yang menjadi penyulut pengeroyokan tersebut. Ia adalah tukang parkir yang menggeser sepeda motor di parkiran pertokoan Arundina hingga mengenai kepala Komaruddin. Herianto juga melakukan pendorongan terhadap Rivo. "Karena pada saat perselisihan itu muncullah Pratu Rivo Nanda yang lewat dan melerai tapi dia mendapat dorongan di dadanya dari pelaku Herianto," katanya. Dua pelaku lainnya, Iwan dan Suci, juga turut melakukan pengeroyokan kepada korban. 

Dari pengembangan penyidikan, didapati satu pelaku lainnya atas nama Depi yang kini masih menjadi daftar pencarian orang (DPO). "Satu pelaku masih kami kejar. Kami imbau untuk menyerahkan diri," terangnya.

Dia menerangkan, pihaknya hingga kini masih mencari tahu apakah para pelaku berani melakukan aksi pengeroyokan tersebut karena pengaruh narkoba atau tidak. Untuk alasan itu, ke empat pelaku yang telah diamankan bakal menjalani tes urine. "Kami juga akan mengecek kembali apakah dia itu menggunakan narkoba atau tidak," ungkap Argo.

Argo sempat ditanya soal pengusutan kasus perusakan kantor Mapolsek Ciracas dan pemukulan sejumlah orang termasuk Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar. Namun, dia masih enggan menyebutkan hasil penyelidikan kasus itu. "Masih terus kami lidik ya. Saat ini Kapolsek masih terus mendapat perawatan," katanya.

Meski sudah beredar kabar jika pelaku perusakan dan penganiayaan di Mapolsek Ciracas merupakan anggota TNI, polisi hingga saat ini belum mau membeberkan secara pasti siapa pelakunya.

Mereka malah meminta kepada masyarakat untuk bersabar sampai proses penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya selesai seluruhnya.

Kadiv Humas Polri, Brigjen M. Iqbal meminta semua pihak menunggu Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur yang kini tengah bekerja. "Agar kita tidak boleh langsung menuding itu perbuatan Si A atau itu perbuatan Si B sampai proses penyelidikan selesai," terangnya.

Dia menegaskan, sinergitas antara Polri dan TNI tetap terjaga. Kabar yang menyebut bahwa massa yang merusak dan membakar Mapolsek Ciracas adalah anggota TNI tidak akan membuat hubungan kedua instansi renggang. "Ini yang terpenting, sinergitas antara Polri dan TNI tidak akan goyah. Polri dan TNI tetap solid untuk menjaga NKRI," jelasnya.

Iqbal juga menyebutkan, tim dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur yang masih terus menangani kasus ini akan mengungkap kasus perusakan Mapolsek berdasarkan fakta-fakta yang ada. "Yang beredar di media sosial belum pasti benar," terangnya.

Sebagaimana diketahui, kejadian pembakaran Mapolsek Ciracas diduga kuat buntut dari kejadian penganiayaan anggota TNI beberapa jam sebelumnya. Massa yang beringas waktu itu menuntut polisi segera mengamankan pelaku pengeroyokan tersebut.(bry/agm)

Berita Terkait