Tiang Pertama bagi Gereja KGII Tiranus

Tiang Pertama bagi Gereja KGII Tiranus

  Sabtu, 6 April 2019 10:24
TIANG PERTAMA: Abdul Supriyadi menancapkan tiang pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Gedung Gereja GKII Tiranus, Rabu (3/4).

Berita Terkait

SINTANG - Penancapan tiang pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Gedung Gereja GKII Tiranus di Dusun Sepau Desa Argo Mulyo, Kecamatan Ketungau Tengah, Rabu (3/4). Penancapan tiang tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Sintang, Askiman, yang diwakili oleh Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Bidang Pemerintahan Umum, Abdul Supriyadi.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja GKII Tiranus Sepau, Darwis Tampubolon menyampaikan bahwa masyarakat sudah lama mewacanakan rencana pembangunan gedung gereja ini. “Hal ini karena jumlah jemaat bertambah cukup signifikan dari para pekerja kebun yang juga beribadah ke gedung gereja di Sepau ini,” jelas dia.

Darwis mengatakan, meski jumlah jemaat di wilayah tersebut terbilang kecil namun dalam perkembangannya pergerakan rohani dalam kehidupan berjemaat masyarakat mulai terlihat. Hal itu terlihat dari, sejumlah karyawan perusahaan yang turut hadir dalam peribadatan yang digelar di gereja.

“Sehingga kapasitas gereja kami yang kecil ini sudah tidak mencukupi lagi. Untuk itulah kami berniat membangun gereja yang baru,” kata dia.

Gereja tersebut, lanjut dia, akan dibangun secara swadaya masyarakat serta dari para donatur yang bersedia menyumbang.  “Kami upayakan dengan meminta dan berharap para donatur supaya terketuk hatinya untuk membantu kami dalam proses pembangunan,” harap dia.

Sementara itu, Abdul Supriyadi, menuturkan, kegiatan keagamaan yang berpusat di gereja-gereja merupakan kegiatan yang sangat positif dan patut didukung.  Hal ini pun, dikatakan dia, sesuai dengan visi dan misi Pemkab Sintang, yakni  mewujudkan masyarakat Sintang yang religius.

Menurut Abdul bahwa saat ini di Kabupaten Sintang sedang giat membangun fasilitas keagamaan. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi masyarakat dalam menjalan ibadah dan melakukan berbagai kegiatan keagamaan.

“Kita berharap apabila masyarakat dekat dengan gereja akan ada kehidupan yang positif yang terjadi di tengah masyarakat,” harap Abdul.

Dia juga berharap, dengan dibangunnya tempat ibadah ini, akan membuat masyarakat semakin sadar serta menjalankan kewajiban mereka sebagai umat beragama.  “Saya ingatkan juga kepada Jemaat untuk tetap berswadaya dalam proses pembangunan. Ini gereja ini milik kita,” pungkas dia. (sti)

 

Berita Terkait