Tetap Pimpin Rekapitulasi Meski Diinfus

Tetap Pimpin Rekapitulasi Meski Diinfus

  Jumat, 26 April 2019 10:35
DIPASANG INFUS: Hidayat (kanan), Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Sintang (PPK) tetap mengawal rekapitulasi suara di tingkat kecamatan walapun di lengannya terpasang selang infus. Foto bawah, Hidayat dirawat di IGD RSUD Ade M Djoen Sintang usai rekapitulasi suara. FIRDAUS/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG – Para penyelenggara pemilu masih terus bekerja keras dan rela berkorban demi suksesnya pesta demokrasi.  Bahkan tak sedikit yang sampai kehilangan nyawa saat bertugas. Di Kabupaten Sintang, ada satu Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang tetap memimpin proses rekapitulasi suara meski sedang diinfus. 

Dari pantauan, Kamis (25/4), selang infus masih melekat di lengan Ketua PPK Sintang, Hidayat. Saat itu dia bersama petugas lainnya sedang sibuk melakukan rekapitulasi suara untuk tingkat kecamatan.

“Dari kemarin saya sudah mendapati gejala tidak sehat dan dari pihak puskemas sudah meminta untuk dirujuk ke rumah sakit. Dikarenakan masih banyak TPS yang belum selesai, saya minta perawatan di sini saja,” ujar Hidayat saat diwawancarai di lokasi.

Menurutnya, untuk Kecamatan Sintang, baru selesai perhitungan suara untuk 60 TPS dari total 217 TPS. Ia mengaku mulai bekerja dari pagi sampai larut malam. “Kita mulai rekapitulasi surat suara dari pukul 08.30 WIB sampai pukul 00.30 WIB. Itu kalau tidak ada kendala administrasi. Kalau ada (kendala), bisa sampai pukul 2.00 pagi,” paparnya.

Hidayat yang memiliki riwayat sakit ambeien ini, bercerita bahwa pekerjaan ini memang menyita banyak waktu, sehingga para petugas KPPS banyak yang kurang istirahat. Menyikapi kemungkinan munculnya masalah kesehatan, pihak KPU sudah mengambil langkah antisipasi. Ada beberapa petugas kesehatan disiapkan untuk berjaga-jaga.

“Sudah ada petugas dari Dinas Kesehatan yang stand by di lokasi, jadi bisa cek terus. Saya sendiri sudah mulai pendarahan sejak kemarin. Jadi infus harus terus dipasang,” ungkap Hidayat.

Ia menambahkan, proses rekapitulasi untuk tingkat kecamatan sudah dimulai sejak 18 April hingga 4 Mei. Proses tersebut akan dilanjutkan dengan rekapitulasi tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan pada 7 Mei mendatang.

Komisioner KPU Sintang, Antonius Viktorinus Tian juga merespon soal adanya petugas yang kelelahan saat menjalankan perhitungan suara di tingkat kecamatan. Menurutnya, sebagian besar petugas memang kurang istirahat. “Jelas itu karena mereka kurang istirahat. Kita semua sudah bekerja keras dengan maksimal untuk ini,” ucapnya pada Pontianak Post, Kamis (25/4)

Berdasarkan laporan yang sudah masuk ke KPU Sintang, Ketua KPPS Desa Sungai Areh, Kecamatan Ketungau Tengah adalah petugas pertama di Sintang yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan tunggal. Kemudian, ada juga informasi petugas yang meninggal saat melakukan pengamanan TPS. 

“Informasi dari PPK, petugas itu meninggal pada hari pemungutan dan riwayatnya memang kelelahan ditambah beliau juga sakit paru-paru. Kita baru mendapatkan informasinya,” ungkap Antonius. Anggota KPPS tersebut diketahui bernama Karwan (52). Ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pratama Sintang setelah mengalami kelelahan saat bertugas di hari H pencoblosan.

Antonius meminta kepada ketua PPK, di mana ada kejadian petugas meninggal, untuk membuat surat keterangan dari aparat desa yang menyatakan bahwa petugas KPPS tersebut meninggal saat bertugas. 

“Perlu ada surat keterangan kematian dari desa atau puskesmas setempat yang menyebutkan petugas itu meninggal saat menjalankan tugas,” jelasnya. Hal ini dimaksudkan untuk kelengkapan administrasi mengingat ada wacana para petugas yang meninggal akan mendapat santunan.  

Saat ditanya lebih jauh mengenai santunan tersebut, Antonius tidak berkomentar banyak. Menurutnya, masalah tersebut merupakan ranah KPU RI. “Mudah-mudahan saja ada santunan dari KPU pusat. Ini (petugas meninggal dunia) juga terjadi di seluruh Indonesia, termasuk Sintang,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh Pontianak Post tadi malam, Ketua PPK Sintang, Hidayat terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya memburuk. Dia dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang. (fds)

Berita Terkait