Tes Kist Kirim ke Balai POM

Tes Kist Kirim ke Balai POM

  Kamis, 16 June 2016 09:53
PERIKSA: Mi yang diperiksa gunakan Reagent Kits. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS – Beberapa jenis makanan yang telah diuji petik oleh Bidang Perindustrian Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas, akan dikirimkan ke Balai POM di Pontianak. 

Pasalnya, saat uji awal komoditi tersebut terindikasi mengandung zat berbahaya. Kabid Perindustrian Diskumindag Kabupaten Sambas, A Nurhadi mengatakan saat ini pihaknya sedang gencar melakukan pemeriksaan terhadap kandungan makanan atau minuman yang beredar. Disebutkannya ada delapan tem terdiri dari 19 sampel yang akan di uji.

“Sampai saat ini, kita sudah menguji beberapa makanan dan komoditi lain (uji petik) menggunakan Reagent Kits (Test Kits),” kata A Nurhadi, Rabu (15/6) ditemui di kantornya ketika sedang menguji beberapa makanan yang telah diuji petik.

Hasilnya akan segera diketahui. Sehingga, sebutnya, jika hasilnya terindikasi adanya kandungan formalin, rhodamin atau boraks menggunakan Test Kits yang ada. Maka akan dikirimkan ke Balai POM di Pontianak.

“Ini merupakan instruksi dari Balai POM. Di Kabupaten bisa menggunakan Test Kits untuk menguji makanan atau minuman yang beredar. Jika nantinya hasilnya terindikasi, bisa dikirim ke Balai POM untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut,” katanya.

Dipaparkan Nurhadi, guna menguji apakah ada indikasi kandungan yang ada. Sampel yang disiapkan dimasukkan dalam beaker glass yang berisi 50 mililiter aqudest. Kemudian dihancurkan dengan pengaduk sampai larut seluruhnya jika itu makanan yang sifatnya padat. 

Setelah melalui proses selanjutnya, didiamkan selama 15 menit atau beberapa saat. Akan terbentuk warna ungu muda seulas sampai ungu tua dan itu jika makanan terindikasi mengandung formalin (formalin positif).

Dan akan mengalami perubahan warna menjadi merah keunguan yang mengindikasikan mengandung rhodamin B positif. Serta akan berubah  arna dari kuning menjadi merah jika terindikasi mengandung boraks.

Mie kuning atau biasa disebut Mie Sanggul dari Pemangkat, terindikasi formalin dan borak. Kemudian jenis yang sama dari Salatiga terindikasi mengandung borak. kemudian terasi atau belacan dari produksi Sambas, juga terindikasi menggunakan formalin. (fah)

Berita Terkait