Terus Perbaiki Kesalahan Kecil

Terus Perbaiki Kesalahan Kecil

  Selasa, 31 July 2018 10:00
Yulistia Rizky Pratiwi // Owner Barakallah Shop

Berita Terkait

Usia muda bukan penghalang untuk mulai menjalankan usaha. Dengan tekad, kemampuan, serta mampu melihat peluang dan memanfaatkan teknologi sanggup membawa kawula muda ke kancah persaingan bisnis. Seperti Yulistia Rizky Pratiwi, di usianya yang baru menginjak 21 tahun, dia berhasil memproduksi hijab dan dipasarkan ke seluruh Indonesia. 

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Berbisnis sejak usia muda memiliki peluang yang lebih besar. Terbukti, sudah banyak yang berhasil merealisasikan dan mencapai tangga kesukseskan di usianya yang masih muda. Yulistia Rizky Pratiwi salah satunya.

Perempuan kelahiran Pontianak, 5 Juli 1997 ini mampu mencapai kesuksesan dalam berbisnis di usianya yang masih muda. Berawal dari melihat sang tante yang berjualan, perempuan yang akrab disapa Tiwi ini pun mulai tertarik mengikuti jejak sang tante. Melihat ketertarikan Tiwi, sang tante pun mengajak dan mengenalkannya pada suplier kain.

“Saya ingat, dua tahun yang lalu online shop hijab di Pontianak belum banyak seperti sekarang ini. Adapun di luar Pontianak dengan harga yang lebih mahal dari pasaran, serta biaya kirim yang tak sedikit,” ujarnya. 

Melihat persaingan yang sedikit, Tiwi pun terinspirasi untuk membuka usaha di bidang produksi hijab. Berbekal meminjam modal dari sang ibu sebesar kurang lebih Rp300 ribu, Tiwi memulai produksi. Dia membeli bahan yang akan digunakan untuk membuat dan mengambil hijab di luar Pontianak yang akan di jualnya.

Kini, berkat usaha dan kerja keras yang dilakukan, mahasiswi Teknik Sipil Untan Pontianak ini sudah melakukan produksi sendiri. Ada rumah konveksi khusus untuk tempat produksinya. Meski, sudah sukses menjalankan usaha, Tiwi masih tetap turun langsung memilih kain yang akan digunakan untuk produk hijabnya. 

Sebelum membuat hijab, Tiwi terlebih dulu memotong contoh kain. Tujuannya, untuk melihat cocok atau tidaknya kain tersebut dijadikan sebagai produk hijabnya. Apabila kain cocok, Tiwi akan langsung memproduksinya menjadi hijab. Sejauh ini menurut Tiwi bahan yang baik untuk dijadikan hijab adalah bahan ‘wollycrepe’. 

Saat ini, hijab Barakallah Shop sudah mengeluarkan ragam produk, mulai dari segiempat (square), pashmina (shawl atau scraf), khimar (sesuai pesanan), dan kerudung instan. Selain itu, ada juga hijab polos dan motif. Namun, kebanyakan kaum hawa Pontianak lebih menyukai hijab polos berwarna lembut. Serta, motif yang tak terlalu penuh dengan warna lembut juga. 

“Meski begitu, saya selalu memperbaharui serta mencari bahan-bahan yang cocok dan nyaman untuk dijadikan hijab,” jelas Tiwi. 

Rentang harga hijab yang ditawarkan Tiwi pun beragam, mulai dari Rp20 ribu sampai Rp100ribu. Sedangkan, kisaran keuntungan yang didapatkan dari produksi hijabnya mencapai Rp20 juta sampai Rp30 juta. Hijab Barakallah Shop ini juga sudah dijual dan digunakan kaum hawa di berbagai kota di seluruh Indonesia. 

Tiwi yang sudah mengikuti tahapan wawancara lapangan ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Tahun 2018 ini berpesan kepada kawula muda agar tak takut untuk memulai usaha di usia muda. Rasa takut dan keraguan justru membuat usaha yang dibangun terlalu banyak pertimbangan. Tanpa disadari, usaha yang di bangun menjadi terhambat dan gagal dijalankan.

“Cukup memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil saat menjalankannya. Dan, pegang teguh kalimat lebih baik gagal saat berjalan, dibandingkan gagal sebelum berjalan,” pungkasnya.**

Berita Terkait