Tertibkan Parkir Liar Pasar Kuliner

Tertibkan Parkir Liar Pasar Kuliner

  Sabtu, 16 February 2019 09:54
MASIH BERBENAH: Panitia Festival Cap Go Meh 2019 dan Pasar Kuliner di Pontianak, hingga kemarin masih sibuk membenahi pentas. Sementara kue keranjang yang disusun berbentuk pagoda, bisa disaksikan di sisi panggung yang menempati ruas Jalan P Diponegoro. Pembukaan sudah dilakukan Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, pada Kamis (14/2). MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK—Juru parkir liar yang beraksi selama gelaran Festival Cap Go Meh dan Pekan Pasar Kuliner yang dipusatkan di Jalan Pangeran Diponegoro, Pontianak, ditertibkan. Begitu pula yang menarik tarif parkir di atas ketentuan, siap-siap diangkut ke Polresta Pontianak untuk diproses.

Hal itu ditegaskan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Pontianak Kota Kompol Syarifah Salbiah, kemarin. Dia menegaskan, apabila ada masyarakat yang menemukan warga yang membuka lahan sendiri (parkir liar) yang ketahuan tidak menggunakan id card agar segera dilaporkan kepada petugas gabungan yang ada di lokasi. 

“Yang bersangkutan akan ditindaklanjuti langsung di Kapolresta Kota Pontianak,” ujarnya. “Kalau ada yang lihat petugas parkir tidak pakai tanda pengenal, laporkan saja. Nanti kita akan angkut ke Polresta, karena itu namanya parkir liar dan jelas melanggar peraturan yang sudah dibuat,” tambahnya lagi. 

Kata Salbiah, tarif parkir yang sudah disetujui oleh petugas gabungan maupun petugas parkir yang diemban amanat untuk menjaga kendaraan pengunjung yang berdatangan di lokasi festival digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni tarif Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat. “Kalau ada uang berani ngambil lebih dari tarif tersebut, laporkan. Nanti langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dia juga berujar, tidak akan memberi toleransi apabila mengetahui ada yang membuka lahan parkir secara liar. Hal tersebut dikatakannya mengingat sudah beberapa kali melakukam pertemuan dengan petugas yang telah ditunjuk untuk menjaga lokasi parkir yang sudah disediakan. 

Pihak-pihak yang sudah digandeng untuk menangani masalah parkir ini, seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP Kota Pontinak, dan Pantitia penyelenggara Cap Go Meh 2019, selaku penanggung jawab selama event berlangsung. Selain dia mengatakan, petugas gabungan juga sudah mengumpulkan dan melakukan koordinasi dengan beberapa tukang parkir yang sudah dipersiapkan untuk mengemban tugas menjaga lahan parkir di lokasi festival berlangsung.

Adapun beberapa titik parkir yang sudah ditentukan untuk pengunjung adalah di sekitaran Jalan Antasari, Jalan Seroja, Jalan Sisingamangaraja, di sekitaran Bank Mandiri, serta di samping dan di belakang swalayan Harum Manis. “Dan petugas parkir nantinya akan mengenakan id card khusus yang sudah kita siapkan, yang berguna untuk mengetahui apakah yang bersangkutan petugas parkir resmi atau liar,” jelas Kasatlantas Polresta Pontianak Kota.

Salbiah juga memperingatkan kepada para pedagang kaki lima untuk tidak berjualan di sekitar lokasi festival. Hal tersebut dikatakannya karena lokasi tersebut akan ditutup selama event berlangsung, yang berguna untuk menghindari kemacetan lalu lintas yang berkepanjangan.

“Selain parkir yang sudah kita tertibkan, kita juga sudah sosialisasi terkait larangan pedagang kaki lima mangkal di depan lokasi festival. Mengingat yang sudah-sudah mengakibatkan macet berkepanjangan, maka kita sudah komitmen untuk melarang dan akan menutup area depan yang biasa digunakan oleh pedagang kaki lima,” pungkasnya. (sig)

 

 

Berita Terkait