Tertawa dan Berpelukan Meski Saling Tembak

Tertawa dan Berpelukan Meski Saling Tembak

  Minggu, 15 April 2018 09:01
SONGKRAN: Warga lokal dan turis dari berbagai negara saling tembak saat perayaan Songkran di Bangkok (14/4). SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Merayakan Tahun Baru Songkran di Tanah Siam

Semburan air yang keluar dari pistol air, datang dari berbagai arah, membasahi para turis yang baru saja tiba di Kota Bangkok. Turis dan warga lokal berbaur turun ke jalan, memadati setiap sudut kota, untuk merayakan Tahun Baru Songkran di Tanah Siam.

Shando Safela, Thailand

Thailand tengah merayakan Songkran, sebuah perayaan yang sudah mereka rayakan selama ratusan tahun. Songkran dirayakan selama tiga hari berturut-turut yang selalu jatuh pada tanggal 13 hingga 15 april setiap tahunnya. 

Pada masa tersebut, Thailand baru saja memasuki musim panas. Suhu di darat bisa mencapai lebih dari 40 derajat celcius. Namun, walau cuaca sangat panas, tingkat kelembaban disini sangat kecil. Meski beraktifitas seaktif apapun, badan kita akan jarang mengeluarkan keringat. 

Songkran secara umum merupakan perayaan tahun baru tradisional di Negeri Gajah Putih. Selama tiga hari, doa pemberkatan digelar di setiap temple. Prosesi paling sakral adalah saat memandikan patung Budha. Kemudian, warga mengantri untuk didoakan para biksu. Tak hanya warga lokal, tak sedikit turis dari negara lain yang beragama Budha ikut dalam prosesi ini.
Perayaan seremonial Songkran dilakukan pada pagi hari. Usai berdoa, warga pun berhamburan untuk keluar rumah, memadati seluruh area publik di Thailand untuk melakukan perang air.
Warga lokal dan turis terlibat saling perang satu sama lain. Pistol air dijual secara massal di semua tempat. Nyaris tak ada tempat kering, meski cuaca sangat panas. Meski saling siram dan saling tembak dalam keadaan basah, mereka saling tertawa dan berpelukan satu sama lain.

Songkran menjadi agenda wisata internasional. Tiga hari ini menjadi hari terpadat di dataran Thailand dari Selatan hingga Utara. Occupancy hotel mencapai 100 persen, penerbangan dari dan ke beberapa kota di Thailand menjadi sangat mahal. Turis dari berbagai negara memadati Bangkok dan kota-kota lainnya. 
Kawasan pantai seperti Phuket dan Pattaya, menjadi incaran para bule yang ingin berjemur di cuaca panas seperti sekarang.

Pusat-pusat perbelanjaan mendekorasi bangunan mereka dengan motif yang sangat meriah. Hampir seluruh warga lokal menggunakan kemeja bermotif bungan dengan warna yang mencolok. 
Songkran benar-benar membawa berkah bagi warga Thailand. Penjual makanan, minuman dan cinderamata memanen rezeki mereka selama tiga hari ini.

Beruntung tahun ini, Pontianak Post kembali berkesempatan menyaksikan perayaan Songkran di Bangkok. Media massa dari berbagai negara nampak ikut meliput di kawasan turis seperti Chatuchak Market dan Khaosan Road.
Tiga hari yang sangat menyenangkan di Thailand.**

Berita Terkait