Terobosan Baru

Terobosan Baru

  Jumat, 18 March 2016 09:00
Zeet Hamdy

Berita Terkait

SEKRETARIS Pemerintah Provinsi Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie menyatakan sumber daya hutan di Kalbar melimpah. Tetapi belum mampu memberi kontribusi yang besar terhadap percepatan pembangunan daerah.

“Selain itu juga belum mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” ujar Zeet.

Zeet menuturkan terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan dalam pengelolaan sumber daya hutan. Secara akumulasi mengindikasikan terjadi distorsi dalam pengelolaannya pada masa lalu, yang hanya mengedepankan aspek ekonomi secara koorporasi. Selain itu kurang berpihak pada kepentingan pemerintah daerah maupun komunitas masyarakat lokal.

“Harus berani melakukan upaya korektif. Harus ada terobosan baru dalam memaksimalkan fungsi dan manfaat sumber daya hutan yang mencakup aspek ekonomi, ekologi, dan sosial secara berkeadilan dan berkelanjutan,” ungkap Zeet.

Kalbar merupakan provinsi keempat terluas di Indonesia. Luas wilayahnya mencapai 14,68 juta hektare atau 7,53 persen dari luas Indonesia. Kawasan hutannya berdasarkan Skep Menhut No SK.733/Menhut-II/2014 seluas 8,39 juta hektare atau sekitar 56,65 persen dari luas wilayah Kalbar. Dari jumlah tersebut yang berfungsi sebagai kawasan suaka alam dan pelestarian alam seluas 1,62 juta hektare atau 19,32 persen.

Ia menilai ada beberapa hal yang menyebabkan belum maksimalnya pengelolaan sumber daya hutan di Kalbar. Regulasi yang ada kurang tepat sasaran dan tidak konsisten. Dukungan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan pembiayaan tak memadai. Kebijakan kehutanan juga bersifat sentralistik, sedangkan fungsi kordinasi dan pengawasan pada berbagai tingkatan masih lemah.

“Pemda dan kelembagaan masyarakat lokal kurang dilibatkan dalam pengelolaan sumber daya hutan. Implementasi otonomi daerah pada sektor kehutanan tak jelas,” tutur Zeet.

Kendati demikian, Zeet mengakui masih ada kontribusi positif pada beberapa aspek pembangunan kehutanan yang dilaksanakan. “Tetapi persoalannya juga cukup banyak aspek ekonomi, ekologi, dan sosial yang berdampak multidimensional,” kata Zeet. (uni)

Berita Terkait