Terhambatnya Pertumbuhan Gigi Bayi

Terhambatnya Pertumbuhan Gigi Bayi

  Jumat, 11 January 2019 09:49

Berita Terkait

Umumnya gigi susu mulai tumbuh saat bayi berusia di bawah 12 bulan. Biasanya gigi pertama tumbuh di bagian depan, baik di rahang atas maupun rahang bawah. Pertumbuhan gigi akan terus bertambah seiring pertambahan usia bayi. Namun, tak semua mengalami hal serupa. Adapula bayi yang belum tumbuh gigi meski usianya yang telah menginjak 24 bulan.

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Sebenarnya pertumbuhan gigi sudah dimulai sejak masa kehamilan. Tak heran jika faktor-faktor yang terkait dengan pertumbuhan janin turut berpengaruh dalam pertumbuhan gigi bayi. Ketika hamil dokter akan menyarankan calon ibu untuk mengonsumsi makanan-makanan bergizi. Dengan begitu, calon buah hati akan terlahir sehat dan memiliki gizi yang cukup. Termasuk dalam pertumbuhan struktur tulang, salah satunya benih gigi di area rongga mulut.

Dokter Gigi Hary Agung Tjahyadi, M.Kes mengatakan secara normal pertumbuhan gigi anak dimulai pada usia delapan bulan. Pertumbuhan diawali dengan gigi anterior (depan) baik di rahang atas maupun rahang bawah. Pertumbuhan gigi akan berlanjut di bagian sisi kanan dan kiri rahang atas dan rahang bawah, serta gigi posterior. Gigi susu akan tumbuh sempurna ketika anak sudah menginjak usia 24 bulan. 

“Jumlah gigi susu anak sebanyak 20 buah, terbagi atas 10 buah gigi susu di rahang atas dan 10 buah gigi susu di rahang bawah,” ujarnya. 

Namun, tak bisa dipungkiri adapula bayi yang sudah mencapai usia 24 bulan belum memiliki tanda-tanda tumbuh gigi. Kondisi ini pasti membuat orang tua bingung dan bimbang. Hary menuturkan kemungkinan gigi tak tumbuh bisa terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan gigi pada bayi. Tetapi, terkadang benih gigi pada bayi sudah ada, baik di bagian atas maupun bagian bawah. Hanya saja kurang mendapatkan rangsangan.

“Atau, bisa juga posisi tempat tumbuh tertutup oleh gigi lainnya. Ketika gigi mau tumbuh, posisi sudah ditempati gigi lain. Kemungkinan tidak ada benih gigi bisa saja terjadi, tapi kasus ini tidak banyak,” jelasnya. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar ini mengungkapkan jika di usia 24 bulan bayi belum memiliki gigi atau jumlah gigi yang tumbuh hanya beberapa buah, orang tua bisa mengisi kekosongan menggunakan gigi pengganti (gigi palsu). Tak adanya gigi akan memengaruhi performa. Salah satunya saat mengunyah makanan. Gigi yang kosong membuat proses mengunyah makanan akan dibebankan pada gigi lainnya (jika sudah tumbuh beberapa gigi). 

Selain dapat merusak gigi berikutnya, hal ini dapat menyebabkan peradangan jaringan. Orang tua tak boleh pasrah. Orang tua bisa mengonsultasikan masalah tersebut pada dokter gigi. 

Hary menegaskan orang tua wajib memperhatikan satu persatu pertumbuhan gigi anak. Gigi anak akan tumbuh sesuai dengan waktunya dan tumbuh sempurna selama dua tahun. Ketika sudah tumbuh sempurna, gigi tetap harus dijaga. 

“Jangan sampai saat satu gigi tumbuh, satu gigi lainnya rusak. Gigi susu akan bertindak sebagai arah pertumbuhan gigi dewasa,” sarannya. 

Jika berada di tempatnya dan kondisi sehat, gigi dewasa akan menuju ke arah gigi susu secara alamiah. Biasanya pergantian gigi ini berjalan saat usia mencapai usia enam sampai tujuh tahun dan 12 sampai 13 tahun. Ketika gigi dewasa menggantikan gigi susu, ia akan berada di posisi normal. Gigi yang rusak tak hanya menyebabkan anak malas mengunyah saat mengonsumsi makanan. Tetapi, menghambat pertumbuhan gigi.**

Berita Terkait