Tergiur Upah Besar

Tergiur Upah Besar

  Sabtu, 3 September 2016 10:05
KORBAN TRAFFICKING: Sejumlah warga asal Sukabumi Jawa Barat diamankan di Polsek Pontianak Selatan, Jumat (2/9). Mereka merupakan calon pekerja migran ilegal yang lari dari penampung.

Berita Terkait

PONTIANAK — Upaya calon pekerja migran illegal ke Malaysia kembali digagalkan. Kali ini, lima warga asal Sukabumi, Jawa barat diamankan Polsek Pontianak Selatan, setelah satu diantaranya kabur dari penampungan. Dua diantaranya, masih di bawah umur.

Terungkapnya upaya peristiwa ini bermula dari kaburnya DR (15). Dia kabur dari penampungan milik Leni, di Jalan Tanjungpura. Leni dinyatakan tersangka, hingga saat ini masih belum diketemukan.  

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Rihdo Hidayat mengatakan, upaya tindak perdagangan orang ini, tidak akan terungkap apabila DR tidak kabur dari penampungan. Menurut dia, DR kabur lantaran di penampungan tidak diperbolehkan keluar.

“Kalau ndak gitu, kami ndak tahu kalau ada Laporannya sudah dibuat di Sukabumi,” kata Ridho di ruang kerjanya, Jumat (2/9).

Pada 24 Agustus 2016, laporan kehilangan DR sudah dibuat di Polsek Sukabumi oleh saudaranya. Semula, keberadaan DR diketahui oleh keluarga. Namun, sejak alat komunikasinya dijual, tidak ada komunikasi lagi antara keluarga dengan DR.

“Keluarga tahu, kalau DR dibawa ke Jakarta. Tapi nyatanya di Kalbar. Mereka diiming-imingi oleh Leni mau dikerjakan di restoran dengan gaji sebulan Rp3 juta di Malaysia,” sebut Ridho.

Tubuh DR (15) rubuh setelah beberapa menit meringis kesakitan pada bagian perut. Dia pingsan beberapa menit. Dua rekan lainnya lalu membopongnya memasuki musala Polsek Pontianak Selatan.

Dari semua rekannya, DR paling muda usianya. Raut wajahnya lesu, dia lebih banyak diam. Banyak beban dipikirannya, ingin pulang dan rindu keluarga. 

Sejak memutuskan ikut bersama Jamaludin (25), tak banyak perbekalan yang ia bawa. Begitu juga dengan rekannya. “Sejak tinggal di penampungan, dia jarang makan,” sebut Jamal.

Diakui Jamal, dia bertemu dengan Leni di Sukabumi. Di sana, dia ditawarkan bekerja di Malaysia dengan imbalan Rp9 juta per bulannya. Upah Rp3 juta ditawarkan kepada wanita yang bekerja di restoran. Tak banyak syarat yang diajukan oleh Leni saat itu, hanya cukup bawa KTP. Begitu juga dengan calon TKI lainnya. 

Membawa perbekalan seadanya. Mereka berangkat tanpa mengadu kepada orangtua. Keempatnya sebut Jamal, dibawa ke rumah Leni di Sukabumi. Semua biaya makan, hingga transportasi calon TKI ini, dibiayai oleh Leni, hingga tiba di Pontianak.

“Saya Cuma bawa uang Rp2 juta. Yang lain tidak bawa uang. Sekarang sudah habis, kemarin jual handphone buat makan,” ungkap Jamal.

Lima hari di Pontianak, bekal yang mereka bawa sudah habis. Sedangkan Leni tak kunjung ada kabar. Informasi terakhir yang diterima Jamal, dia sudah pergi terlebih dahulu ke Malaysia. “Uang sudah habis, kami hanya ingin pulang,” ujarnya.

Jamaludin, tertua dari calon TKI ilegal lainnya. Dia, kata Kapolsek Pontianak Selatan, selain dinyatakan korban, juga sekaligus sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ibu saudara Leni sudah kami amankan. Jamal yang mengajak ketiga rekannya dari Sukabumi. Dia korban sekalian tersangka,” kata Ridho Hidayat.

Diungkapkan Ridho, anggota dari Polsek Sukabumi saat ini sedang menuju ke Pontianak, untuk menjemput tersangka berserta korban untuk proses penyelidikan selanjutnya.

Menurut keterangan Nani, ibu dari tersangka Leni, anaknya tersebut diminta oleh seseorang untuk mencari pekerja. Mengandalkan jaringan di Sukabumi, akhirnya Leni bertemu dengan sejumlah calon. Ditawari imbalan tinggi, tak sedikit dari mereka yang tergiur.

“Jamal ketemu Leni di Sukabumi. Dari pertemuan itu, disanggupi Jamal untuk mencari dan bertemu dengan ketiga temannya yang lainnya. Jelas ini human trafficking, Laporan itu sudah ada di sukabumi. Seauai dengan pelaporannya,” ungkapnya.

Jamal, ERK, S, dan DR kini diamankan di Polsek Pontianak Selatan sampai menunggu kedatangan personel dari Polsek Sukabumi. Tiga ditetapkan tersangka, Jamal, Nani, dan Leni masih dalam proses pencarian (gus)

Berita Terkait