Terduga Teroris Asal Kalbar Terpapar JAD

Terduga Teroris Asal Kalbar Terpapar JAD

  Selasa, 12 March 2019 21:19

Berita Terkait

Polisi masih terus mengembangkan penyelidikan terkait penangkapan terduga teroris yang ditangkap  Kalimantan Barat, PK alias SS, Minggu (10/2) dan di Lampung berinisial R, Sabtu (9/3). Meskipun keduanya tidak saling terkait, mereka diduga menjalankan aksinya sendiri atau lone wolf.  

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, meskipun terduga teroris ini bersifat lone wolf, tetapi diduga terpapar paham radikalisme jaringan Jamaah Ansharu Daulah (JAD). “Para lone wolf ini terpapar JAD,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/3). 

Menurut Dedi, kasus ini masih terus dikembangkan. Hasil penyelidikan sementara, kata Dedi, mereka memang lone wolf atau sel tidur yang berjalan sendiri. Hanya saja, lanjut Dedi, Densus 88 menemukan jejak komunikasi mereka dengan beberapa orang. “Ini akan kami kembangkan. Nanti kami akan update lagi jika ada tambahan informasi,” ujarnya. 

Dedi menjelaskan berdasar keterangan tersangka, mereka akan melakukana amaliah dalam rangka melakukan aksi terorisme lanjutan. “Tempat dan waktunya tentu dari pihak Densus dan Satgas Antiterorisme dan Radikalisme
masih terus memonitor,” ungkap jenderal bintang satu jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 itu.  

Dia menambahkan, Densus 88 dan Satgas Antiterorisme dan Radikalisme terus berupaya memitigasi dan mengantisipasi potensi aksi beberapa kelompok. “Jadi, semuanya masih dikembangkan,” ungkap mantan wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), itu. 

Seperti diketahui, PK alias SS ditangkap di Jalan Arteri Supadio, Gang Parit Sembin 2, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalbar, Minggu (10/3) sekitar pukul 15.15.  Informasi yang dihimpun, SS diduga pengin merencanakan amaliah atau merampok bank di Surabaya, Jawa Timur. Penangkapan terduga teroris di Kalbar bukanlah yang pertama kalinya. Densus 88 pada Rabu  25 Juli 2018 lalu  juga menangkap terduga teroris,  JY (22) di Dusun Mentebah Kiri 02, RT 007, RW 002, Kelurahan Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah, Kapuas Hulu. Warga yang beralamat di Dusun Mentebah, ini berencana melakukan aksi teror di malam pergantian tahun 2018 ke 2019.

Fenomena ini menjadi sorotan anggota DPR dapil Kalbar Syarif Abdullah Alkadrie. Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar itu mengatakan, memang akses masuk ke Bumi Khatulistiwa itu sangat mudah. Kalbar berbatasan langsung secara darat dan laut dengan Sarawak, Malaysia Timur. Menurutnya, pintu masuk dari pulau-pulau lain seperti Jawa misalnya juga banyak, baik jalur laut maupun udara. Selain itu, lanjut dia, masyarakat Kalbar juga welcome terhadap semua orang. 

Nah, Syarif mengatakan, adanya penangkapan dua terduga teroris di Kalbar itu tentu harus diwaspadai. “Memang, sudah ada dua yang diduga teroris yang ditangkap itu tentu membuat kita semua harus waspada di Kalbar. Apalagi, memang sekarang ini masa-masanya tahun politik,” kata Syarif menjawab Pontianak Post, Selasa (12/3). 

Syarif berpesan dengan adanya dua terduga yang ditangkap itu, membuat seluruh lapisan masyarakat harus mengantisipasi sedini mungkin. “Semuanya, baik masyarakat, tokoh masyarakat, untuk lebih mengintensifkan pencegahan agar jangan sampai terjadi,” katanya. 

Sejauh ini, Syarif menyatakan bahwa  peran aparat dan masyarakat dalam pencegahan aksi terorisme sudah cukup mantap. “Artinya, dalam waktu tidak lama terduga teroris sudah bisa terdeteksi di Kalbar,” ungkap sekretaris Fraksi Partai Nasdem di DPR ini.  (ody)

Berita Terkait