Terapkan Pola Makan dengan Gizi Seimbang

Terapkan Pola Makan dengan Gizi Seimbang

  Minggu, 24 January 2016 07:15
Ary Mursetyo , Ahli Gizi

Berita Terkait

GIZI berperan penting dalam kehidupan manusia. Tanpa gizi yang baik, kita tidak bisa merasakan indahnya hidup sehat. Dan tanpa kesehatan, kita tidak bisa menjalani hidup dengan baik. Demikian yang disampaikan oleh Ary Mursetyo S. Si. T, MPH  Kepada For Her.

Keperluan gizi seseorang, lanjut dia dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi oleh individu itu sendiri. “Maka sangat diperlukan masyarakat melek gizi, supaya tahu keperluan gizi bagi diri sendiri dan keluarganya,” jelas pria yang bekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar ini.

Dulu kita mengenal pedoman makan berslogan “4 Sehat 5 Sempurna” (4S5S) yang dipopulerkan oleh Prof. Poerwo Soedarmo,  tahun 1950-an. Namun, sejak tahun 1990-an, pedoman tersebut dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi. Sebagai gantinya,  diperkenalkan Gizi Seimbang. “Gizi seimbang  adalah susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal,” paparnya.

Makanan bergizi merupakan makanan yang di dalamnya mengandung zat dibutuhkan oleh tubuh. Artinya, semua makanan mengandung zat gizi yang diperlukan oleh manusia untuk kehidupannya.  Makanan bergizi bukan dilihat dari harganya yang mahal atau tidak, namun kandungan gizi yang terdapat didalamnya. “Setiap makanan diperlukan oleh tubuh sesuai kandungan zat gizi yang dikandungnya. Ada makanan yang menjadi sumber zat tenaga, baik itu untuk bergerak ataupun beraktivitas.  Ada pula sumber untuk tumbuh menjadi besar dan tinggi serta sebagai pengatur agar tubuh mampu menjalankan tugasnya secara baik dan teratur,” beber Ary.

Dia menyontohkan pada nasi, ubi, kentang, roti, sagu dan jagung memiliki fungsi sebagai sumber tenaga. Sementara untuk pertumbuhan, bisa mengonsumsi tempe, telur, tahu, ayam,susu, kacang-kacangan, hati atau ikan.  Sedangkan untuk makanan yang mengandung sumber pengatur yakni sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, daun singkong, termasuk pula buah-buahan seperti jeruk, mangga, pepaya, anggur, apel dan melon.

Bagaimana bila ternyata kurang makan makanan bergizi? Menurut Ary, biasanya akan ditandai dengan mata yang berkunang-kunang, pucat, lemah, lesu dan mudah mengantuk. Daya tahan tubuh rendah, mudah terserang penyakit dan infeksi penyakit serta tidak bisa beraktivitas dengan baik (normatif).

Menurutnya, gizi merupakan suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. “Maka jika proses ini secara metabolisme dalam tubuh tidak berjalan sesuai dengan proses asupan yang cukup dan sesuai kebutuhan menurut umur, jenis kelamin dan usia, maka akan terjadi malnutrisi pada diri individu itu sendiri,” ujarnya.

Pola makan sendiri merupakan perilaku terpenting yang dapat memengaruhi keadaan gizi. Kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang akan menentukan asupan gizi yang masuk dalam tubuh sehingga memengaruhi kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan. “Survei Kementerian Kesehatan memberikan hasil bahwa masyarakat Indonesia masih sangat kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Sebaliknya, masyarakat kita lebih menyukai makanan dan minuman kaya energi, kaya lemak jenuh, gula, dan garam. Penganan seperti itu biasanya lebih diterima di lidah,” ucapnya.

Atas dasar itulah, Ary mengatakan sangat diperlukan penyuluhan dan peningkatan pemahaman pengetahuan masyarakat tentang Gizi Seimbang dengan  4 prinsip Gizi Seimbang (GS) yakni aneka ragam makanan sesuai kebutuhan,  kebersihan, aktivitas fisik (olahraga teratur) dan memantau berat badan ideal. “Masyarakat harus tahu, siap, sadar mau dan mampu melaksanakan pesan gizi seimbang. Maka dengan sendirinya masyarakat akan terhindar dari masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih,” pungkasnya. (mrd)   

 

Berita Terkait