Tenun Awan Berarak Sudah Miliki Hak Paten

Tenun Awan Berarak Sudah Miliki Hak Paten

  Sabtu, 4 May 2019 11:26
TENUNAN: Bupati Mempawah, Hj Erlina saat melihat proses pembuatan tenun awan berarak.Wahyu Ismir/Pontianak Post

Berita Terkait

MEMPAWAH- Mengembangkan potensi kerajinan tangan masyarakatnya, Pemerintah Kabupaten Mempawah melaunching sentra tenun awan berarak, Kamis (2/5) siang di Jalan Sungai Pandan, Desa Wajok Hulu. Peresmian dipimpin langsung Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH.

“Daerah ini memiliki banyak sekali potensi dan sumber daya. Baik itu Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA). Salah satunya adalah budaya tenun corak awan berarak. Hasil tenun ini sudah menjadi kebanggaan daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah,” kata Erlina.

Erlina mengungkapkan, kain tenun corak awan berarak merupakan warisan budaya masyarakat Kabupaten Mempawah. Bahkan, kain tenun tersebut telah mendapatkan hak paten. Maka, keberadaannya harus dijaga dan dipelihara agar senantiasa lestari dan tidak punah ditelan zaman. 

“Alhamdulillah, sekarang kita sudah memiliki sentra tenun corak awan berarak. Tempat inilah yang akan mejadi sentra produksi kain tenun dan songket khas corak awan berarak. Kita semua bangga dengan pencapaian ini,” tegasnya.

Untuk itu, Erlina berpesan kepada masyarakat Sungai Pandan yang ditetapkan sebagai lokasi sentra tenun corak awan berarak agar selalu memotivasi diri dan kreatif dalam melahirkan hasil karya di bidang tenun maupun sejenisnya. Sehingga keberadaan sentra ini akan semakin maju dan berkembang dimasa mendatang.

“Masyarakat Sungai Pandan harus bangga. Karena, daerah ini dipilih dengan pertimbangan besarnya potensi SDM pengrajin tenun di Kabupaten Mempawah. Sehingga, potensi ini diyakini mampu mengangkat dan mengembangkan sentra tenun awan berarak,” paparnya.

Erlina menjelaskan, terbentuknya sentra tenun awan berarak bukanlah kebetulan. Melainkan hasil dari pencanangan program kerja yang telah disusun dan dikoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Sehingga, program tersebut dapat diwujudkan ditengah masyarakat.

“Sentra ini dibentuk atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Bank BRI Cabang Mempawah. Karenanya, kami memberikan apresiasi kepada Bank BRI yang memiliki kepedulian untuk pembinaan pengrajin tenun di Kabupaten Mempawah,” ucap Erlina.

Erlina menyebut, pihaknya akan menyediakan fasilitas pelatihan untuk para pengrajin. Sedangkan BRI melengkapi dengan penataan gapura, lingkungan, peralatan hingga galeri sebagai media promosi. Sehingga para pengrajin memiliki sarana untuk mempromosikan dan memasarkan hasil produksinya.

“Kami juga akan mendukung dengan menerbitkan Surat Edaran Bupati Mempawah yang menghimbau semua stake holders termasuk perusahaan, BUMN, BUMD, perbankan dan lainnya yang ada diwilayah Kabupaten Mempawah agar membudayakan batik awan berarak dilingkungan kerjanya masing-masing,” tegas Erlina.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagnaker Kabupaten Mempawah, Yusri menjelaskan, keberadaan sentra tenun awan berarak merupakan program terpadu dan terobosan yang digagas Disperindagnaker bekerjasama dengan program CSR BRI Peduli. “Dikatakan terpadu, karena kami memiliki program pelatihan sedangkan BRI melengkapinya sehingga lebih komprehensif dengan hasil dilapangan. Untuk itu, kami sangat bersyukur dapat mewujdukan sentra ini bagi masyarakat Kabupaten Mempawah,” ucapnya.(wah) 

Berita Terkait