Tentukan Pemenang MTQ

Tentukan Pemenang MTQ

  Sabtu, 28 May 2016 09:30
FOKUS: Sejumlah dewan hakim tampak fokus menyimak sekaligus memberikan penilaian bagi peserta tilawah golongan cacat netra.

Berita Terkait

KUBU RAYA – Babak final perlombaan cabang tilawah, hifzil, fahmil, syarhil quran dalam  MTQ XXVI tingkat Kalbar berlangsung Jumat (27/5).  

“Jika semuanya berjalan lancar, setelah melakukan penilaian dan rapat bersama dewan hakim. Sabtu pagi (28/5) kita sudah bisa mengetahui siapa-siapa saja yang menjadi juara,” kata Ketua Harian Panitia MTQ XXVI Tingkat Kalbar, Odang Prasetyo. 

Menurut Odang, secara umum jika dibanding dengan MTQ sebelumnya pada perlombaan MTQ XXVI tingkat skil setiap peserta kian menunjukkan perbaikan. “Semoga saja nanti siapapun yang menjadi juara bisa mewakili Kalbar ke tingkat nasional untuk kembali berlomba meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama Kalbar,” katanya. 

Untuk mendapatkan juara-juara berkualitas, Odang juga menyatakan sejak awal pihaknya telah mengimbau para dewan hakim untuk bisa bersikap profesional dan objektif dalam memberikan penilaian sehingga siapapun yang terplih bisa berjuang maksimal mewakili Kalbar di tingkat nasional. 

Sementara itu, Dewan Hakim Perlombaan Tilawah Alquran Golongan Cacat Netra Idham Chalid juga menyatakan hal serupa. Menurutnya jika dibanding dengan MTQ sebelumnya, pada tahun ini, cukup banyak peserta yang memiliki kemampuan cukup baik terutama di bidang tilawah. 

“Kalau  secara rinci saya belum bisa menentukan daerah mana saja yang patut diperhitungkan, karena setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing,” ucapnya. 

Diwawancarai secara terpisah, peserta tilawah golongan cacat netra dari Kota Pontianak Siti Farhatun Nufus (11) mengaku sedikit tak percaya jika dirinya berhasil masuk ke babak final, lantaran dia menilai cukup banyak perwakilan dari daerah lain yang juga memiliki kemampuan yang cukup baik di bidang tilawah. 

“Alhamdulillah bisa masuk final, semoga saja saya bisa memberikan yang terbaik setidaknya bisa meraih juara II di MTQ kali ini,” harapnya. 

Walaupun pada akhirnya target tersebut tidak tercapai, namun kata Siti Farhatun Nufus yang terpenting adalah dirinya bisa berdakwah melalui bidang tilawah. 

“Yang pasti saya akan terus belajar untuk mendalami dan mensyiarkan Alquran dengan kemampuan yang saya miliki,” pungkasnya. (ash) 

Berita Terkait