Tenang Menghadapi Kritik Pedas

Tenang Menghadapi Kritik Pedas

  Senin, 24 June 2019 10:58

Berita Terkait

Berbagai reaksi ditunjukkan terhadap kritik di tempat kerja. Ada yang menerima kritik dengan lapang dada. Namun, ada pula yang malah jadi stres ketika mendapatkan kritik pedas dari rekan maupun atasan. Bahkan, hingga memilih resign. 

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Kritik kerap muncul saat pekerjaan yang dilakukan tak memenuhi standar yang ditetapkan. Apalagi hingga timbul masalah yang berdampak pada semua pihak. 

Ghulbuddin Himamy, M.Psi, psikolog mengatakan sebaiknya mendengarkan poin-poin evaluasi hingga selesai ketika mendapatkan kritik. Setelah itu, menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi.

"Permohonan maaf yang disampaikan bukan berarti menandakan diri kalah. Mungkin saja diri memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan pekerjaan," ujar pria yang akrab disapa Imam ini.

Ada kalanya kritik yang diberikan terlalu pedas dan bernada tinggi, atau disampaikan di depan orang banyak sehingga harga diri terasa jatuh. Kendati demikian, terus berusaha agar tak mudah terpancing emosi. Segera kontrol diri dan berusaha memahami cara penyampaian kritik tersebut.

"Harus diingat bahwasanya setiap orang menyampaikan kritik dengan berbagai cara," kata Imam. 

Ada yang menyampaikan kritik dengan bahasa dan ekspresi emosi yang tidak menyenangkan. Dan, ada juga yang bisa menyampaikan dengan tutur kata dan bahasa yang halus. 

Dosen IAIN Pontianak ini menyarankan agar segera mengambil poin penting dari kritik tersebut dan segera memperbaiki diri. Diharapkan kedepannya tak terulang kembali.

"Intinya, jangan mudah tersulut emosi kritikan yang diberikan oleh rekan kerja atau atasan," pesan Imam.

Jika merasa kinerja sudah baik dan bukan menjadi penyebab terjadinya masalah, bisa memberi sanggahan atas kritik yang diberikan. Jelaskan dengan tenang penyebab persoalan yang sebenarnya. Tetaplah menggunakan bahasa dan tutur kata yang sopan. 

"Atau bisa juga memberi sanggahan karena mendapat kritik yang terlalu pedas," tutur Imam. 

Imam menambahkan sebaiknya mempelajari regulasi emosi dalam menyampaikan sanggahan agar pesan yang dimaksud tersampaikan. 

"Bukan ekspresi emosi negatif yang tersampaikan," sarannya.

Dosen Politeknik Negeri Pontianak ini menambahkan dengan adanya kritik, seseorang bisa mengevaluasi diri sendiri dan mengetahui kapasitas dirinya.

"Serta hal-hal apa saja yang harus diperbaiki terhadap kekurangan yang dimiliki agar tidak berpengaruh terhadap lingkungan pekerjaan," kata Imam. **

Berita Terkait