Tempa Stamina Tubuh

Tempa Stamina Tubuh

  Jumat, 30 November 2018 10:49

Berita Terkait

Pilates dan yoga sering dianggap serupa, terutama jenis gerakannya. Padahal, terdapat perbedaan. Yoga fokus pada latihan fleksibilitas, meditasi, dan pengolahan stres, sedangkan pilates lebih menempa stamina tubuh.

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Pilates adalah variasi dari yoga serangkaian latihan fisik sebagai bentuk rehabilitasi kekuatan dengan fokus pada otot postural. Pilates dapat memperbaiki postur tubuh yang berkaitan dengan masalah tulang belakang, antara lain lordosis (bungkuk), kifosis (tulang punggung atas melengkung ke belakang), dan skoliosis ( tulang belakang melengkung kesamping secara tak normal).

Instruktur Fitness Planet Fit, Pamella Chrishna Wirawaty mengatakan gerakan yoga dan pilates memiliki kesamaan, tetapi tujuannya berbeda. Yoga lebih fokus melatih fleksibilitas, meditasi, dan pengelolaan stress. Sedangkan pilates terlihat lebih energik dan fokus untuk menempa stamina tubuh. 

Prinsip Pilates adalah menguatkan punggung dan tulang belakang, lengan, pinggul, paha dalam, dan perut. Pilates banyak menggunakan otot dan dikategorikan dalam olahraga pembentukan tubuh. Tujuan Pilatess adalah melatih otot-otot punggung bawah, pinggul, perut, serta panggul untuk menstabilkan koordinasi tubuh.

“Sehingga, dapat menjaga postur tubuh baik dalam posisi duduk atau berdiri,” ujarnya. 

Manfaat pilates yang dirasakan adalah menguatkan otot inti. Otot inti merupakan serangkaian otot dari otot dada bawah, perut, punggung, dan panggul. Gerakan ini banyak dilakukan untuk membentuk otot perut. Mengoreksi postur tubuh membuat tubuh menjadi tegap lebih jenjang dan membuat pernapasan menjadi lebih baik, serta mengasah keterampilan motorik lebih sigap. Selain itu

mencegah dan mengurangi rasa sakit dari cedera. Sebab, ketika tubuh jarang digerakkan, otot inti menjadi lemah. Pilates memperkuat otot, meningkatkan elastisitas otot dan meningkatkan mobilitas sendi. 

Pilates dapat menajamkan fokus karena membutuhkan konsentrasi tinggi. Pilates berpusat pada harmonisasi pengendalian pikiran, tubuh, dan pernapasan.

Pilates dapat dilakukan untuk semua orang, baik perempuan dan laki-laki dewasa, serta ana-anak. Pilates berguna untuk menguatkan dan memperbaiki postur tubuh, termasuk pascamelahirkan. Banyak kaum ibu yang melakukan olahraga ini. 

“Atau, mengencangkan otot-otot tubuh di bagian tertentu seperti perut, paha, lengan, dan bokong,” tutur Pammy. 

Selain mengencangkan otot-otot tubuh dan memperbaiki postur tubuh, pilates juga dapat meningkatkan seks yang lebih baik pada pasangan suami istri. Gerakan pilates yang dilakukan untuk menguatkan otot panggul. Gerakannya seperti senam kegel dan berdampak baik untuk otot panggul dan otot organ intim. 

“Pilates dilakukan pada tiga sesi, sesi I melakukan pemanasan selama 10 menit, sesi II melakukan gerakan inti selama 40 menit, dan sesi III melakukan pendinginan 10 menit,” tambahnya. 

Menurut Pammy, pilates juga memerlukan pemanasan karena pilatess berhubungan dengan otot, dibutuhkan peregangan pada otot untuk menghindari kram disaat gerakan inti. Ada dua kategori pemanasan pilates, yakni cardio tapi intens heart rate rendah dan streching ringan. 

“Begitu juga saat pendinginan dilakukan streching ringan disertai dengan pengelolaan pernapasan yang baik dan benar sampai di dapat detak jantung normal kembali,” pungkasnya. **

Berita Terkait