Telur dan Ceker Malaysia Dibakar

Telur dan Ceker Malaysia Dibakar

  Senin, 17 June 2019 09:41
MUSNAHKAN. Puluhan ribu telur ayam asal Malaysia dan produk pertanian lainnya dimusnahkan pihak karantina di Entikong, kemarin. (karantinapertanian for pontianakpost)

Berita Terkait

SANGGAU – Puluhan ribu butir telur ayam Malaysia dimusnahkan oleh Karantina Pertanian Entikong bersama dengan produk pertanian lainnya berupa ceker ayam, daging sapi, sosis dan ayam serama. 

Demikian diungkap Kepala Karantina Pertanian Entikong, drh. Yongki Wahyu Setiawan.

Kepada Pontianak Post, Minggu (16/4) kemarin, ia mengatakan produk pertanian dari luar negeri yang dibawa masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal berpotensi membawa hama penyakit hewan maupun tumbuhan. Hama penyakit tersebut beresiko mengancam kelestarian hayati yang dimiliki. 

 “Sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan, setiap komoditas pertanian yang dibawa ke wilayah Indonesia harus dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal, melalui pintu pemasukan yang ditetapkan dan dilaporkan kepada petugas karantina,” jelasnya.

 “Telur yang kami musnahkan kemarin dibawa melalui jalan tikus di sekitar kawasan pebatasan di Entikong tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan dan tidak dilaporkan kepada petugas karantina,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pemusnahan harus dilakukan karena produk tersebut tidak memenuhi aturan yang berlaku serta menghindari adanya hama penyakit hewan yang mungkin terbawa. 

 “Pemusnahan kemarin juga dihadiri instansi terkait yang ada di Entikong. Saya juga mengapresiasi sinergisitas dan kerjasama yang selama ini terus ditingkatkan dalam rangkan melindungi wilayah perbatasan dari ancaman produk-produk ilegal yang membahayakan,” tegasnya. (sgg)

Berita Terkait