Tekankan Masyarakat Jangan Golput

Tekankan Masyarakat Jangan Golput

  Minggu, 24 March 2019 09:15
FOTO BERSAMA: Beberapa tokoh ternama Kalbar diabadikan bersama usai Dialog Kebangsaan Lintas Etnis se-Kalimantan Barat, di lantai I Mapolda Kalbar, Sabtu (23/3). SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta mengajak masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) agar bersama menyukseskan Pemilu 2019 yang akan digelar kurang dari sebulan lagi. Hal tersebut diungkapkannya di sela-sela Dialog Kebangsaan Lintas Etnis se-Kalimantan Barat, yang bertempat di lantai I Mapolda Kalbar, Sabtu (23/3) pagi.

OSO, sapaan karibnya, mengatakan peran masyarakat dalam menentukan pilihan di Pemilu nantinya, sangat berpengaruh terhadap nasib bangsa ke depan. Menurutnya, saat ini pemimpin sudah tak lagi bisa diciptakan, namun dilahirkan. Ia juga berpesan kepada masyarakat yang memiliki hak suara, agar nantinya dapat selektif dan bijak dalam menggunakan hak pilihnya. 

"Pemimpin yang benar adalah pemimpin yang dilahirkan. Pilihlah orang-orang yang berpihak kepada daerah, berpihak kepada infrastruktur pembangunan yang merata di seluruh Indonesia, bukan hanya di Pulau Jawa, bukan hanya di Kalimantan, bukan hanya di pulau-pulau tertentu, tapi seluruh pelosok negeri," tegasnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi berbagai aturan yang berlaku dan telah ditetapkan oleh negara terkait pemilu, baik itu Pilpres maupun Pileg. Ia juga memberi jaminan terkait kondisi pengamanan di Kalbar disela-sela kehidupan masyarakat yang beragam. "Jangan takut dengan intimidasi-intimidasi apapun bentuknya. Segala bentuk keamanan saya yakin dan percayakan akan dijamin oleh TNI dan Polri. Jadi jangan ragukan itu, jangan ada golput karena itu merugikan kepentingan rakyat. Kalbar biar pun jumlahnya kecil, tapi menentukan masa depan bangsa ini dimasa yang akan datang " ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyerukan agar masyarakat tetap berpegang teguh pada empat pilar kebangsaan dalam menghadapi berbagai kondisi yang terjadi, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk berani melawan, jika mengetahui adanya tindakan-tindakan yang berbau menghancurkan nilai keempat pilar kebangsaan. Terutama, ditegaskan dia, nilai dasar negara, yakni Pancasila. "Kalau ada yang tidak mau menerima Pancasila, silakan keluar dari negara kita dan pergi dari Kalbar. Jangan coba-coba, saya bersedia berdiri didepan itu semua," paparnya.

Senada dengan pernyataan tersebut, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, esensi dan substansi dari dialog yang diadakan kali ini adalah untuk membentuk suatu rasa kebanggaan sebagai warga Kalbar, dengan keberagaman yang ada. Selain itu, Didi juga menyatakan argumennya terkait tata cara kehidupan bermasyarakat di Kalbar, yang sudah memenuhi peran 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Ia mengungkapkan saat ini masyarakat sudah mengerti dan mengaplikasikan keempat pilar penting kebangsaan ini di dalam keberagaman saat ini. “Empat pilar ini dapat menjadi suatu perekat yang mempererat kita semua,” paparnya.

Selain itu, Kapolda juga mengimbau kepada masyarakat khususnya di seluruh Kalbar, untuk menentukan pilihan di Pemilu 2019 nanti. Masyarakat diminta dia agar tak menjadikan golput sebagai pilihan pada gelaran pesta demokrasi akbar serentak di seluruh Indonesia tersebut. Ia pun berani memberikan jaminan, dari TNI-Polri dan semua elemen masyarakat, siap mengamankan dan mensukseskan gelaran pesta demokrasi kali ini.

“Kita yakin bisa jadikan Pemilu ini sebagai Pemilu yang aman, Pemilu yang kondusif. Mari kita sukseskan sama-sama, apalagi kita sudah punya pengalaman di Pilkada 2018 lalu, di enam titik lokasi daerah pemilihan semuanya berjalan lancar tak ada masalah,” ajaknya.

Menyangkut masalah profesionalitas dan netralitas, Didi juga menjamin Pemilu kali ini mampu berjalan sesuai mekanisme dan tentunya secara maksimal. Di samping telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara, saat ini pihaknya telah memiliki konsep soliditas dan solidaritas dalam bingkai NKRI, demi menjamin kelancaran ini semua.

"Tentunya kita optimis, Pilpres maupun Pileg benar-benar bisa berlangsung secara aman, nyaman, kondusif, elegan, dan bermartabat. Hal ini disebutnya telah dibuktikan dengan komitmen pengamanan yang akan dilakukan TNI-Polri," pungkasnya. (Sig)

Berita Terkait