Tatung Warisan Dunia, Menpar Usul CGM Jadi UNESCO World Heritage

Tatung Warisan Dunia, Menpar Usul CGM Jadi UNESCO World Heritage

  Rabu, 20 February 2019 09:45
MERIAH: Ratusan tatung meramaikan Festival Cap Go Meh yang dihadiri ribuan wisatawan dari dalam dan luar negeri, kemarin di Kota Singkawang. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG – Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang, Selasa (19/2) mengundang decak kagum para wisatawan. Ribuan orang tumpah ruah di jalan-jalan yang menjadi lokasi atraksi ratusan tatung. Kegiatan ini dibuka Menteri Pariwisata, Arief Yahya di panggung kehormatan utama Jalan Diponegoro, Singkawang.

Ia menyatakan kagum akan Singkawang. Menurutnya, kemenpar sudah menetapkan Festival Cap Go Meh ini menjadi 100 Calender of Event (CoE) Nasional. "Selamat kepada Singkawang di mana Festival Cap Go Meh masuk 100 CoE nasional," katanya. Festival Cap Go Meh Singkawang dipilih karena event ini memiliki cultural value (nilai budaya), commercial value (nilai komersial), dan communication value (nilai komunikasi), serta didukung CEO Commitment (komitmen pemerintah).

"Cultural value artinya event ini mampu mengangkat nilai-nilai budaya, mempromosikannya agar tetap lestari. Sedangkan commercial value karena event ini berpengaruh langsung dan meningkatkan sosial ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, Festival Cap Go Meh juga menjadi trending topic nasional yang pada hari itu mengalahkan topik-topik berita lain di media nasional. Hal itu diungkapkan Arief saat menyampaikan sambutannya. Tak ayal pernyataan sang menteri direspon oleh tepuk tangan meriah dari penonton yang hadir.

Cap Go Meh dipilih sebagai CoE karena sudah diselenggarakan secara berkelanjutan (tiga sampai empat tahun berturut-turut) dan memiliki sebaran daerah (proporsional). Pelaksanaannya pasti tepat waktu atau tidak ada perubahan jadwal.

Tak hanya terkenal di tingkat nasional, Menpar mendorong agar Festival CGM di Singkawang ini lebih mendunia. Oleh sebab itu, ia menilai perlu persiapan semaksimal mungkin dengan mengusulkan agar Festival CGM ini masuk menjadi UNESCO Heritage. Dalam membangun pariwisata, menurutnya ada tiga kunci yang disebut 3A, yaitu atraksi, akses, dan amenitas (fasilitas pendukung).

Untuk A pertama, kata Arief, atraksi dalam Festival Cap Go Meh ini sangat kental akan nilai-nilai budaya. Ia berkomitmen untuk mendukung agar kurasi event ini lebih ditingkatkan. "Nanti kemenpar akan kita datangkan ahli-ahlinya ke Singkawang seperti parade, koreografernya, kostum, tata busana, musik dan lainnya," jelas dia. Dengan demikian, pengemasan atraksi menjadi semakin apik.

Lalu A yang kedua adalah aksesibilitas atau connectivity. Ia mengatakan untuk menuju ke destinasi wisata harus bisa ditempuh dalam jangka pendek, nyaman, aman, murah, dan gampang. “Nah kalau ke Singkawang butuh perjalanan tiga jam lebih (dari Pontianak). Ini harus dipangkas. Makanya kita dukung Singkawang memiliki bandara. Semoga menjadi destinasi wisata dunia," katanya.

Sedangkan A yang ketiga adalah amenitas. Singkawang harus memiliki semua sarana pendukung wisata seperti hotel, restoran, jasa transportasi lokal, money changer, dan lainnya. Oleh sebab itu, Menpar juga mendorong agar Kota Singkawang membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Luas lahan KEK Pariwisata dapat mencapai 300 hektare sampai seribu hektare. KEK Pariwisata akan menjadi pusat kegiatan usaha pariwisata dan mendukung penyelenggarakan hiburan, rekreasi, pertemuan, pameran serta kegiatan terkait.

"Jadi rancang dulu dari pemkotnya, nanti kita usulkan ke kementerian ekonomi," ujarnya. Jika ketiga kunci pariwisata (3A) itu dipenuhi, ia yakin Singkawang akan menjadi destinasi wisata level internasional.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengapresiasi langkah Kemenpar RI yang mendukung kemajuan sektor pariwisata di Kota Singkawang. "Tentunya kita akan terus meningkatkan datangnya wisatawan ke Singkawang serta meningkatkan ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata," katanya.

Sejak tahun 2018, Kota Singkawang sudah mencatatkan kunjungan wisatawan mencapai 721.967 orang. Jumlah ini melebihi target kunjungan wisatawan sebesar 105 persen. Khusus kunjungan wisatawan mancanegara juga melampaui target yakni sebesar 210 persen. Ke depan, pemkot berharap dapat meningkatkan lagi jumlah wisatawan yang datang ke Kota Singkawang.

Sementara itu, Ketua Umum Perayaan Imlek 2570 dan Cap Go Meh 2019, Hengky Setiawan mengapresiasi semua pihak yang ikut menyukseskan agenda nasional ini. Kegiatan yang diselenggarakan sejak 3-19 Februari ini juga memecahkan rekor MURI replika sepasang singa emas dengan tinggi 8,88 meter.

Hengky juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama warga dan instansi terkait yang mendukung kegiatan persiapan hingga pelaksanaan Cap Go Meh yang dipusatkan di sekitar Jalan Diponegoro. "Ke depan tentu saja kita harapkan kualitas penyelenggaran semakin baik dan mampu meningkatkan citra daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. (har)

Berita Terkait