Tata Rias Pengantin Sambas

Tata Rias Pengantin Sambas

  Jumat, 22 July 2016 09:30
DIBAKUKAN: Tata rias pelaminan pengantin khas melayu Sambas sudah dibakukan oleh Harpi Melati Sambas. Hal ini berlaku secara nasional. Artinya, penataan pelaminan Melayu Sambas seperti gambar di atas. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS – Tata Rias dan Pelaminan Pengantin Melayu khas Sambas, Kamis (21/7) dibakukan oleh Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati. Ke depannya, HARPI Melati pun akan membawa salah satu kekayaan budaya Sambas ini ke tingkat nasional dan internasional.

 
Setelah dibakukan dalam kegiatan lokakarya dan pembakuan rias dan pelaminan Melayu Sambas, Kamis (21/7) di aula utama Kantor Bupati Sambas yang digelar Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sambas. Tata Rias Pengantin Sambas akan menjadi bahan merias pengantin di seluruh Indonesia.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc menyatakan apa yang dilakukan kali ini. Adanya salah satu upaya memperkenalkan budaya Melayu khususnya Sambas ke tingkat internasional. Dirinya pun memberikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait dalam hal ini, terutama kepada MABM Kabupaten Sambas.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sambas menceritakan terkait tata rias pengantin yang ada di Sambas. Dimana seluruhnya berbasis Islam. Mulai dari tutup kepala hingga kaki, baik pengantin perempuan maupun laki-laki.

“Disambas, Tata rias pengantin memilih dasar Islam. Sehingga ini harus diangkat, dan diperkenalkan ke dunia internasional,” kata Bupati Sambas saat membuka lokakarya dan pembakuan rias dan pelaminan Pengantin Melayu Khas Sambas, Kamis (21/7).

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengharapkan MABM menjadi pejuang terdepan mengangkat harkat dan martabat budaya. “Sibukkan remaja Sambas dengan budaya melayu. Perkenalkan adat istiadat budaya Sambas hingga ke luar negeri,” katanya.

Ketua MABM Kabupaten Sambas H Subhan Nur menyatakan Lokakarya dan pembakuan rias dan pelaminan pengantin Melayu Khas Sambas dilakukan. Sebagai bentuk upaya melindungi dan melestarikan agar tak ada pihak yang mengambil kekayaan Sambas ini.

“Kita berharap kegiatan ini juga menjadi kado HUT Jadi Kota Sambas ke - 385 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Perpindahan Ibu Kota Kabupaten Sambas ke Sambas yang ke – 17,” katanya.

H Subhan dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pada pertengahan Agustus 2016. Kabupaten Sambas akan mengikuti pagelaran budaya pengantin nusantara di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong.

“Dalam kesempatan ini nantinya, kita akan perkenalkan budaya adapt termasuk rias, busana dan pelaminan pengantin melayu Sambas, agar disaksikan dunia,” katanya.(fah)

Berita Terkait