Targetkan Startup Unicorn

Targetkan Startup Unicorn

  Senin, 23 April 2018 10:27
Ilustrasi

Berita Terkait

1000 Startup Digital 

PONTIANAK - Program 1000 Startup Digital dari Kementerian Komunikasi dan informatika yang telah digelar sejak tahun 2016 lalu tidak hanya bertujuan untuk melahirkan 1000 Startup digital baru. Melalui program ini, diharapkan akan muncul Startup digital yang berstatus sebagai Startup unicorn. 

"Kita ingin punya tiga Startup unicorn di tahun 2020. Ternyata pada tahun 2018 sudah empat," ungkap Lis Sujiati, Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, saat kegiatan Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, di Aula STMIK Widya Dharma, Sabtu (21/4).

Adapun Startup yang telah menyandang status unicorn tersebut yakni Startup dengan valuasi di atas US$1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun. Di Indonesia ini, setidaknya ada empat Startup yang telah berstatus unicorn ialah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital menurut Lis dapat memunculkan 1000 Startup digital baru dalam jangka waktu lima tahun. Target tersebut menurutnya bukanlah hal yang tidak mungkin diwujudkan mengingat ada banyak potensi di tanah air ini yang dapat digali dan dicarikan solusi dengan memanfaatkan platform digital.

"Targetnya kita akan menghasilkan 1000 Startup yang berkualitas. Indonesia punya potensi besar, tidak hanya Startup yang datang dari Jakarta namun juga 10 kota dimana program ini berada," katanya.

Sejauh ini program tersebut tidak menghadapi kendala yang berarti, khususnya dalam hal penjaringan. Penjaringan yang dilakukan selama ini melibatkan partner lokal. Selain itu Startup yang sudah terjaring itu pendapatkan pendampingan selama setahun.

Menurut Lis, Potensi industri digital di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Saat ini ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia. Ini merupakan modal besar bagi Indonesia untuk mengembangkan e-commerce dan bisnis berbasis teknologi digital.

Adapun Gerakan Nasional 1000 Startup Digital telah memasuki gelombang kedua di Pontianak. Prasetyo Andy Wicaksono, dari Kibar, selaku mitra Kominfo RI dalam program ini mengatakan gerakan tersebut memiliki visi mengukuhkan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia. Gerakan ini, kata dia telah sukses merintis perusahaan-perusahaan berbasis digital yang berkualitas dan akan mentransformasi Indonesia menjadi negara maju dengan anak muda sebagai motor penggeraknya.

"Saat ini Gerakan Nasional1000 Startup Digital sudah menjaring Iebih dari 32 ribu pendaftar, Iebih dari 6 ribu peserta yang terpilih, dengan melibatkan 370 mentor, dan sejumlah 137 Startup yang sudah mengikuti tahapan inkubasi di 10 kota di Indonesia," paparnya.

Berbeda dengan proses sebelumnya, lanjut dia, program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital akan Iebih fokus dalam mematangkan konsep para peserta dengan mendatangkan para domain expert di sektor industri yang merupakan fokus dari prioritas pemerintah. Sektor industri yang menjadi prioritas tersebut diantaranya agrikultur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, logistik, dan energi. 

Skymada Perluas Jaringan

Sebagai salah satu kota yang terpilih, Pontianak memiliki potensi besar untuk melahirkan Startup digital baru. Gerakan nasional 1000 Startup saat ini sudah menghasilkan beberapa Startup digital asal Pontianak. Salah satunya adalah Skymada.id, yang digagas oleh Fajar Irvan Setyawan.

"Kami skymada.id, salah satu Startup yang lahir dari gelombang pertama sangat merasakan besarnya manfaat dari kegiatan ini," ungkap Irvan.

Dia menjelaskan Skymada.id merupakan platform manajemen dan networking untuk perusahan logistik yang berorientasi B2B (business to business). Platform ini sudah tersedia di www.skymada.id. Saat ini, dia telah memiliki enam pengguna perusahaan logistik yang tersebar di empat kota, yakni Tarakan, Aceh, Malang dan Pontianak. Beberapa pengguna tersebut juga merupakan mitra dalam pengembangan platform ke arah full version.

"Adapum selain fokus pengembangan lanjut untuk platform Skymada, penigkatan user di kota lain menjadi fokus utama kami saat ini," tuturnya.

Adapun meski terhitung masih baru, namun dia memiliki keinginan yang besar untuk menjadikan Skymada sebagai salah satu Startup unicorn mengikuti jejak startup-Startup besar lainnya. 

"Menjadi the next unicorn di Indonesia adalah suatu pencapaian yang tentunya ingin diraih Startup di Indonesia, begitu juga dengan skymada," pungkasnya. (sti)

Berita Terkait