Target Tahun Depan Beroperasi

Target Tahun Depan Beroperasi

  Jumat, 13 April 2018 11:00
LAUNCHING PEMBANGUNAN: Pencanangan pelabuhan internasional kijing ditandai dengan pelatakan batu pertama oleh Komisaris Utama PT Pelindo II, Tumpak H Panggabean dan sejumlah pejabat lainnya. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Mempawah Pelopor Pelabuhan Internasional di Kalimantan

MEMPAWAH - Keinginan masyarakat Kabupaten Mempawah untuk memiliki pelabuhan internasional terwujud. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II resmi melaksanakan pencanangan pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing, Rabu (11/4) pagi di Kecamatan Sungai Kunyit. Pencanangan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Komisaris Utama PT Pelindo II, Tumpak H Panggabean dan sejumlah pejabat lainnya.

Acara pencanangan pembangunan tersebut juga dihadiri Komisaris PT Pelindo II,  Suaidi Marasabessy, Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn G Masassya beserta jajaran, Asisten I Pemprov Kalbar, Alexander Rombonang, MMA, Muspida Pemprov Kalbar, Kepala KSOP Pontianak, Capt Bintang Novi M, Mar, Plt Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, SSos beserta Muspida, Tokoh Masyarakat, Drs H Ria Norsan MM MH dan ratusan masyarakat yang terdampak pembangunan Pelabuhan Kijing.

“Pencanangan pembangunan pelabuhan terminal kijing ini telah melalui tahapan yang panjang. PT Pelindo II sebagai BUMN di bidang pelabuhan menjalankan amanah pengembangan daerah di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat,” ucap Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn G Masassya.

Menurut Elvyn, pembangunan pelabuhan terminal kijing bukan hanya solusi untuk mengembangkan pelabuhan, melainkan juga meningkatkan konektivitas secara umum yang nantinya menjadikan Kalbar sebagai salah satu bagian dari pengembangan wilayah kemaritiman di Indonesia.

“Hal ini sejalan dengan visi PT Pelindo II sebagai pengelola pelabuhan berkelas dunia. Maka, pelabuhan kijing akan kita kembangkan dengan satu konsep baru yang disebut digital port.  Operasinalnya berbasis teknologi yang akan dilengkapi dengan peralatan modern dan canggih,” sebutnya.

Elvyn mengungkapkan, pembangunan pelabuhan terminal kijing dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Yakni dimulai dengan pembangunan terminal multi guna, terminal curah cair, terminal peti kemas dan terminal curah kering. “Kapasitas terminal peti kemas dalam mencapai 1 juta teus, sementara terminal curah cair dan kering masing-masing 8,5 juta ton dan 15 juta ton,” paparnya.

Pada tahap pertama, jelas Elvyn, pelabuhan terminal kijing mampu melayani 500 ribu ton pertahun. Maka, pembangunannya akan dimulai dengan lapangan penumpukan, gudang, sailo, jalan, lapangan parkir, kantor pelabuhan, kantor instansi dan faslitas penunjang lainnya.

“Luas dermaga yang dibangun pada tahap awal yakni 15 ha untuk dermaga curah kering, 7 ha untuk dermaga multi guna, 9,4 ha untuk dermaga peti kemas dan 16,5 ha dermaga curah cair. Keseluruhan terminal ini menggunakan lahan 200 ha, dan nanti akan dilengkapi kawasan ekonomi khusus dengan luasan lahan 5000 ha,” ungkapnya.

Maka, dia mengharapkan dukungan dan peran aktif seluruh pihak untuk mendukung terwujudnya percepatan pembangunan pelabuhan terminal kijing di Kecamatan Sungai Kunyit. Mulai dari Pemprov Kalbar, Pemkab Mempawah beserta seluruh elemen masyarakat hendaknya berperan aktif mendukung tahapan-tahapan pembangunan.

“Kabupaten Mempawah dan Kalbar akan menjadi pelopor pelabuhan berkelas internasional di Pulau Kalimantan. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat setempat yang telah berkenan merelakan lahan dan bangunannya untuk mendukung pembangunan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten I Pemprov Kalbar, Alexander Rombonang, MMA menerangkan, pembangunan terminal kijing merupakan proyek strategis nasional yang ada di Kalbar. Pembangunan itu, menurut dia, telah ditetapkan melalui PP 56/2017 tentang perubahan atas PP nmo3 /2016 tentang percepatan proyek strategis nasional.

“Pembangunan ini akan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Terutama bagi warga di Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalbar umumnya. Maka saya minta kepada seluruh elemen masyarakat dan steakholder di Kabupaten Mempawah agar mendukung kelancaran proyek strategis nasional ini,” serunya.

Sejak awal, Alexander mengaku pihaknya telah menekankan pembangunan pelabuhan kijing merupakan kepentingan nasional yang akan memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat Kalbar. Karena itu, Pemprov Kalbar pun senantiasa menghimbau masyarakat yang terdampak pembangunan agar merelakan tanah dan bangunannya untuk dilakukan ganti untung.

“Saya berharap dukungan masyarakat terhadap pembangunan ini terus berlanjut hingga semua pekerjaan rampung. Bahkan sampai pada aktivitas operasional pelabuhan kijing nanti tetap harus kita dukung bersama. Mudah-mudahan target operasional tahun 2019 nanti dapat terwujud,” pungkasnya.

Pencanangan pembangunan pelabuhan internasional kijing ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Komisaris PT Pelindo II,  Suaidi Marasabessy, Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn G Masassya, Asisten I Pemprov Kalbar, Alexander Rombonang, MMA, Kepala KSOP Pontianak, Capt Bintang Novi M, Mar, Plt Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, SSos dan Sesepuh Kerajaan Amantubillah Mempawah, Muhammad Abidin. (wah)

Berita Terkait