Tanpa Bayangan di Langit Pontianak

Tanpa Bayangan di Langit Pontianak

  Kamis, 24 March 2016 18:38

Buda’ Pontianak emang harus bangga guys. Mengapa? Nggak hanya dikenal karena namanya yang kerap dikaitkan dengan hantu cewek ‘Kuntilanak’, juga menjadi salah satu kota di dunia yang beruntung dilewati persis oleh garis khatulistiwa. Bahkan menjadi icon kota yang dikenal di Mancanegara. 21-23 Maret 2016 ini, Pemerintah bersama masyarakat Pontianak mengabadikannya berbagai keunikan dari keistimewaan titik kulminasi.

Dilewati Garis Pembelah Bumi

Garis Khatulistiwa merupakan garis imajinasi yang digambar di tengah-tengah planet di antara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet. Garis khatulistiwa ini membagi Bumi menjadi dua bagian belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Pada pembagian tersebut terletak kota pontianak berada persis di tengah tengahnya. Nggak heran jika banyak wisatawan berkunjung di Tugu Khatulistiwa yang berada di jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara.

Menangkap Sinar Matahari

Saking terkenalnya fenomena ini, di depan Tugu Khatulistiwa telah disiapkan alat deteksi kulminasi berupa besi bulat sepanjang dua meter yang dihubungkan dengan dua rangkap kaca cembung. Fungsi alatnya keren lho, yakni menangkap sinar matahari dalam satu titik yang panasnya diyakini mampu menyulut sumbu mercon. Bahkan pada peringatan Titik Kulminasi 23 Maret 2010, ada peristiwa menarik yang menunjukkan terbakarnya korek api dan petasan yang diletakkan di titik nol derajat. Wow!!

Telur Berdiri Tegak

Kuatnya gaya gravitasi, bisa menyebabkan telur berdiri tegak di titik nol derajat, lho! Buat yang pada kepo, menurut hasil riset, saat kulminasi matahari berlangsung Tugu Khatulistiwa sedang berada pada posisi 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara dan 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur. Bisa dikatakan saat itu, bayangan benda di Kota Pontianak seakan menghilang dari peredaran, hihihi.. Dan inilah yang membuat telur pun bisa berdiri dengan tegak. Bukan sulap, bukan sihir.(ghe)