Tangkal Pasokan Barang Ilegal dari Perbatasan

Tangkal Pasokan Barang Ilegal dari Perbatasan

  Senin, 5 September 2016 09:49
RAZIA: Jajaran Polres Kapuas Hulu menggelar razia cipta kondisi di Terminal Bus, Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, Sabtu (3/9) malam.

Berita Terkait

Jajaran Polres Kapuas Hulu rutin menggelar razia di sejumlah tempat yang dianggap rawan. Razia dilakukan dalam rangka mencegah tindak kriminalitas dan masuknya barang ilegal ke daerah Kapuas Hulu.

 
 

Mustaan, Kapuas Hulu

 

SEPERTI Sabtu (3/9) malam lalu. Polres Kapuas Hulu kembali menggulirkan razia. Masih awal. Sekira pukul 08.30 Wib razia cipta kondisi sudah digelar. Kali ini yang disasar adalah terminal bus antar kota dalam Provinsi, di Kelurahan Kedamin Hulu kecamatan Putussibau Selatan.

Razia tersebut dipimpin Kabag Ops Polres Kapuas Hulu Kompol Joko Sarwono dengan menurunkan 44 personil Polres. Razia yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu menyasar kendaraan bermotor, senjata tajam, narkoba dan barang-barang Ilegal. Dari razia tersebut, petugas menahan dua unit kendaraan yang tidakdilengkapi dokumen lengkap dan pengenderanya tak membawa SIM dan STNK.

Joko mengatakan, dua unit motor yang ditahan lantaran pengendara tidak bisa menunjukan SIM dan STNK. Masing-masing sepeda motor Yamaha jenis Vega R KB 4303 CU yang dikendarain oleh  PT dan motor Yamaha Mio KB 2687 FG yang dikendarai oleh JN. Tujuan diadakannya razia ini kata dia, untukmenekan angkakriminalitas dan masuknya barang–barang ilegal dari negara Malaysia.

“Karena Kapuas Hulu merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, jadi rawan masuk barang-barang ilegal dari negara tetangga,” paparnya. Ditegaskannya kegiatan cipta kondisi dilaksanakan secara rutin dalam beberapa waktu kedepan Polres Kapuas Hulu beserta Polsek jajaran.

“Selama kegiatan yang kami laksanakan tadi malam, berjalan aman dan terkendali,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama Joko juga menghimbau masyarakat Kapuas Hulu agar selalu waspada terhadap tindak kriminalitas yang berpotensi muncul kapan dan dimana saja bisa terjadi. Baik itu pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor dan aksi kejahatan lain yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab.“Kewaspadaan harus tetap dilakukan oleh masyarakat,” katanya. (*)

Berita Terkait