Tangguh di Dunia Politik

Tangguh di Dunia Politik

  Sabtu, 21 April 2018 08:33

Berita Terkait

Tjhai Chui Mie; Wali Kota Singkawang

-------------

Di antara sedikitnya politisi perempuan di Kalimantan Barat, ada satu nama perempuan tangguh asal Kota Amoy, Singkawang. Saat perempuan lain enggan terjun ke dunia politik, Tjhai Chui Mie justru semakin memantapkan langkah membangun kota kelahirannya lewat jalur politik.

 

Terpilihnya Tjhai Chui Mie pada Pilkada 2017 mengukir sejarah baru. Kader PDI Perjuangan ini jadi perempuan Tionghoa pertama di Indonesia yang menjadi Wali Kota Singkawang. Tjhai Chui Mie mampu menerobos tembok besar tentang isu gender, suku, agama dan ras dalam pemilihan kepala daerah.

Sosoknya begitu dikenal masyarakat Singkawang. Pembawaannya yang luwes, santai, dan tegas jadi sorotan. Dia juga begitu dekat dan membaur dengan masyarakat. Dalam perjalanan karirnya, banyak tantangan yang dihadapi perempuan kelahiran 27 Februari 1972 ini. Mulai dari menjadi anggota dewan, Ketua DPRD, hingga orang nomor satu di Kota Singkawang. Namun Tjhai Chui Mie tak pernah ragu pada pilihannya.

Melayani masyarakat ternyata sudah dilakukan Tjhai Chui Mie sejak remaja. Ketika masih duduk di bangku SMP dan SMA. Tjhai Chui Mie dan adik bungsunya menjadi staf pribadi ayahnya yang merupakan ketua RT.

“Papa saya pandai baca tapi tak pandai tulis. Jadi saya dan adik yang membantu papa mengurus segala keperluan administrasi untuk warga,” ujar anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Cong Kim Chong dan Tjhai Lin Ngo.

Kondisi tersebut membuat Tjhai Chui Mie sering berinteraksi dan mengurus kebutuhan warga di daerah tempat tinggalnya. Dari situ perempuan yang lahir dan besar di Singkawang ini terbiasa melayani masyarakat.

Berangkat dari situ pula jiwa sosialnya perlahan tumbuh. Sering ikut kegiatan sosial dan masuk perkumpulan Hakka. Menjadi aktivis sosial dan pengurus beberapa organisasi sosial membuka jalannya ke dunia politik.

Tahun 2009 menjadi pertarungan pertamanya di panggung politik. Saat itu usianya 37 tahun. Tjhai Chui Mie terpilih di pemilu legislatif dan menjadi ketua DPRD Kota Singkawang periode 2009-2014.

Banyak yang mendukungnya, tetapi tak sedikit pula yang meragukan. Seorang perempuan duduk di kursi ketua dewan. Bahkan, ada yang memprediksi bahwa Tjhai Chui Mie hanya akan mampu bertahan menjadi pimpinan sementara selama tiga bulan.

“Ada pula yang mengatakan kepada saya bahwa saya tidak akan kuat. Posisi ini akan membuat saya sering menangis,” ungkapnya.

Namun keraguan itu dilumatnya habis dengan kerja keras. Tjhai Chui Mie selalu ingat pesan ayahanda. “Jadi pemimpin harus berani dan jangan plinplan. Pesan papa yang selalu saya pegang,” kenangnya.

Setelah lima tahun menjabat ketua dewan, Tjhai Chui Mie terpilih kembali di parlemen untuk periode 2014-2019. Namun dia harus puas hanya sebagai anggota.

Tahun 2016 jadi lompatan besar dalam karir politiknya. Tjhai Chui Mie mengundurkan diri dari anggota dewan. Didukung penuh partainya, Tjhai Chui Mie mencalonkan diri sebagai Wali Kota Singkawang. Namanya pun semakin mencuat.

Lagi-lagi penentangan itu datang. Kali ini dari orang terdekatnya, sang kakak begitu khawatir atas pilihannya.

“Cece saya meminta saya untuk jadi pebisnis saja. Karena akan lebih banyak ruang privasi tanpa sorotan publik. Dan punya banyak waktu untuk pergi kemana saya suka,” jelasnya.

Bagi Tjhai Chui Mie penentangan itu dianggap sebagai bentuk perhatian. Hal itu justru semakin mendorongnya untuk bekerja lebih baik lagi.

“Mungkin cece saya takut saya akan tertekan. Padahal saya menikmatinya,” lanjut perempuan yang dulunya pernah bekerja sebagai agen asuransi ini.

Perjuangannya yang sarat intrik dan cukup berliku mampu dilewati. Desember 2017 Tjhai Chui Mie resmi dilantik sebagai Wali Kota Singkawang. Perempuan tangguh dan tahan banting ini ingin menggunakan kesempatan yang masyarakat Singkawang berikan padanya sebaik mungkin.

Sekarang sudah masuk empat bulan masa kepemimpinannya. Sektor pendidikan dan kesehatan jadi prioritas. Nyaris seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku dan agama dirangkulnya.

Keterlibatan Tjhai Chui Mie dan perempuan hebat lainnya dalam dunia politik jadi wujud nyata cita-cita Kartini. Perempuan juga punya wawasan dan peran penting dalam segala aspek kehidupan, termasuk politik. (sya)

Berita Terkait