Tangan Terus Membengkak dan Terancam Diamputasi

Tangan Terus Membengkak dan Terancam Diamputasi

  Selasa, 31 July 2018 10:00
BENGKAK : Didampingi ibunya, Adid menunjukkan tangannya yang semakin membengkak dan terancam di amputasi. MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Adid Memerlukan Bantuan 

Adidtiar, siswa kelas enam ini mengalami pembengkakan di bagian tangan kanannya. Menurut dokter, tangan Adid terancam diamputasi. Keluarganya tidak punya biaya untuk operasi jika dirujuk ke Jakarta. 

MARSITA RIANDINI, Pontianak 

SEJAK setahun lalu, keluhan ini dirasakan Adid. Dari cerita ibunya,  tangan kanan Adid terbentur ke dinding saat ia tidur.  Tangannya pun terasa nyeri selama satu minggu dan mulai membengkak.  

Pihak keluarga pun membawa Adid ke dokter untuk penanganannya. Dokter pun menyarankan ke rumah sakit. Kemudian dilakukan rawat jalan. Tetapi belum ada perubahan. Tangan Adid semakin bertambah bengkak.

Keluarganya  berusaha alternatif lain dengan  mengobati Adid menggunakan serai dan diurut. Tiga hari kemudian kondisi semakin parah. Tangan Adid semakin bertambah bengkak. “Awalnya bengkak kecil. Bengkak biasalah.  Kemudian di kasik serai dibagian tangannya itu, di balut. Lalu terjadi pembengkakan,” ujar Agustina, ibu Adid. 

Efek dari bengkak itu membuat anak berusia 14 tahun itu tidak bisa banyak beraktivitas. Bahkan untuk menulis pun siswa SD N 18 Pontianak harus terbiasa dengan tangan kiri. Tapi semangat Adid untuk sekolah tak padam. Adid terus berlatih untuk bisa menulis menggunakan tangan kiri. Bahkan ia tetap bersekolah seperti biasanya. “Asalnya Adid nulis  pakai tangan kanan tapi sudah satu tahun ini Adid nulisnya  pakai tangan kiri,” papar Agus. 

Agus pun kembali membawa anaknya berobat. Dari rumah sakit Sultan Syarif Muhammad Alkadrie, Adid di rujuk ke Rumah Sakit Soedarso. Agustina tidak mendapatkan kejelasan secara pasti apa penyakit yang diderita anaknya. Yang dia pahami, dokter menyarankan anaknya untuk di rujuk ke rumah sakit di jakarta. “Awalnya ke dokter saraf, dokter saraf tidak berani, lalu kembalikan ke dokter bedah, lalu disarankan dirujuk ke Jakarta,” ungkapnya. 

Tak ada rasa sakit yang diderita Adid. Hanya terasa berat pada tangannya. Menurut dokter, tangan Adid harus dioperasi. Bahkan ada kemungkinan tangan itu akan di amputasi sebagian. “Kemungkinan akan di amputasi kata dokter. Tapi tidak semua, hanya di bagian bengkaknya saja,” ucap Agustina. 

Menurut Agustina, Adid memiliki riwayat penyakit Hemofilia yakni kelainan genetik pada darah yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan darah. Kondisi ini pula yang dicurigai Agus  membuat pembengkakan tangan Adid sulit sembuh. Bahkan kondisi ini juga sering membuat Adid mengeluh sakit di kakinya, sehingga sulit berjalan dan terpaksa izin tidak sekolah.  “Sejak kecil, menurut bidan tempat saya melahirkan dia. Adid ini punya riwayat hemofilia, pembekuan darah,” ulasnya. 

Agustina pun bingung. Pihak sekolah sudah membantu membuatkan kartu Biaya Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS). Namun, untuk ke Jakarta tentu ada biaya lain. Orang tua Adid sudah lama bercerai. Adid saat ini tinggal dengan ibunya di Jalan Puskesmas, Gang Wilis Pal Tiga Pontianak. Keseharian ibunya menerima pesanan kue ulang tahun dan kue lainnya. Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan. 

“Kami berharap ada uluran tangan donatur yang bisa membantu kami, terutama membawa Adid berobat ke Jakarta,” ucap Agustina.(*)

 

Berita Terkait