Tampil Terdepan, Bangga Ikut Event Internasional

Tampil Terdepan, Bangga Ikut Event Internasional

  Kamis, 21 February 2019 10:00
PAWAI : Grup Sung Kung Sungai Pinyuh saat pawai tatung di acara Cap Go Meh Singkawang. ISTIMEWA

Berita Terkait

Aksi Grup Sung Kung Sungai Pinyuh di Singkawang

MEMPAWAH - Ribuan tatung tampil dalam festival Cap Go Meh 2019 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Dari ribuan peserta, salah satunya grup tatung Sungkung Sungai Pinyuh mendapatkan kesempatan untuk tampil. Bahkan, mereka tampil sebagai tatung pembuka dalam festival internasional yang dibuka Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya dan sebagai kelompok pendamping datuk Kurata, salah satu tatung terkenal di Singkawang, menyerahkan plakat kepada Menpar.

Grup Tatung Sung Kung Sungai Pinyuh, Sukianto menceritakan penampilannya dalam festival Cap Go Meh 2019 di Kota Singkawang itu bermula dari undangan Kapolres Singkawang yang ditujuan untuk Grup Sung Kung Sungai Pinyuh. Sejak menerima undangan tersebut, mereka pun mempersiapkan diri untuk tampil di Singkawang.

“Kita bangga sekali bisa mendapatkan undangan untuk tampil di Singkawang. Karena kita adalah murid salah satu tatung yang terkenal di Singkawang, Datuk Kurata, makanya kita diberikan kehormatan untuk tampil di sana (Singkawang),” kata pria yang akrab disapa Achiang itu.

Usai perayaan Imlek 2570, cerita Achiang, Grup Sungkung mulai melakukan persiapan. Mulai dari persiapan atraksi, tandu, kostum dan berbagai perlengkapan lainnya mulai dilakukan oleh grup yang beranggotakan lebih dari 150 orang itu. “Kita mengungusng konsep kebersamaan. Karena, dalam atraksi tersebut kami berkolaborasi dengan grup tatung di Kota Singkawang dibawah naungan datuk Kurata. Sehingga ada 300 lebih orang yang tergabung dalam kolaborasi ini,” ujarnya.

Menurut dia, tak ada kesulitan berarti dalam penampilannya di Kota Singkawang. Sebab, atraksi tatung sudah menjadi kebiasaan tiap tahun yang dilakukan Grup Sungkung Sungai Pinyuh dalam perayaan Cap Go Meh di Kabupaten Mempawah. “Untuk kostum, kami mengenakan pakaian baru. Ada beberapa ornamen yang menjadi ciri khas pada kostum yang kami pakai. Yakni ornamen burung enggan yang juga satwa langka di Pulau Kalimantan,” tuturnya.

Senada dengan Achiang, Asui juru bicara Grup Sung Kung mengaku tidak menyangka jika tatung Grup Sung Kung Sungai Pinyuh mendapatkan kesempatan tampil pertama pada festival yang menjadi agenda internasional tahunan tersebut. Mereka menjadi tatung pembuka pawai arak-arakan yang mengelilingi Kota Singkawang itu. Bahkan rombongan berangkat dengan biaya dan kendaraan sendiri.

“Kami sangat berterimakasih kepada panitia yang telah memberikan kesempatan sebagai tatung pembuka. Saat itu, kami menerima menerima plakat dan diberikan durasi beberapa menit untuk beratraksi didepan Bapak Menteri dan tamu udangan lainnya. Sangat bangga sekali,” ucapnya penuh haru.

Kedepan, dia berharap Grup Sungkung Sungai Pinyuh bisa mendapatkan kesempatan serupa untuk tampil pada event internasional di Kota Singkawang. Mereka berjanji akan memberikan penampilan maksimal agar lebih memukau para pengunjung yang menyaksikan event tersebut. Namun di sisi lain mereka juga berharap agar durasi waktunya diperpanjang sehingga dapat tampil secara maksimal.

“Kemaren hanya diber waktu tampil 3 menit, jadi tidak semua atraksi dapat ditampilkan. Setidaknya butuh 30 menit minimal agar bisa menampilkan atraksi kita. Namun kami tetap bangga dan gembira bisa tampil di Singkawang, bahkan jika kembali diundang, kami akan menampilkan tatung wanita. Kita juga akan menyuguhkan atraksi yang lebih menarik dan menantang. Mudah-mudahan tahun depan diberikan kesempatan lagi untuk tampil,” tukasnya. (wah)

Berita Terkait