Tambah Penyertaan Modal ke Bank Kalbar

Tambah Penyertaan Modal ke Bank Kalbar

  Kamis, 1 September 2016 09:30
Jawaban: Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya menyerahkan penyampaian jawaban Gubernur Kalbar atas pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Kalbar.

Berita Terkait

PONTIANAK-Pemerintah Kalimantan Barat menambah penyertaan modal ke PT BPD Kalbar. Penambahan itu dilakukan setelah Raperda Penyertaan modal disahkan menjadi perda. “Penambahan penyertaan modal ini memperkuat BPD Kalbar,” kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya saat ditemui di DPRD Kalbar siang kemarin.

Tercatat dalam lima tahun terakhir Bank Kalbar mampu memberikan dividen   bagi Pemprov Kalbar. Tahun 2011 jumlah setoran modal ke Bank Kalbar sebesar Rp181,3 miliar lebih dan dividen   yang didapat Pemprov sebesar Rp47 miliar lebih. Lalu di tahun 2012, penyertaan modal yang diterima Bank Kalbar sebesar Rp226 miliar. Dividen   yang diterima Pemprov Kalbar sebesar Rp54 miliar lebih.

Selanjutnya, tahun 2013, jumlah setoran ke Bank Kalbar sebesar Rp281 miliar lebih dengan dividen   sebesar Rp62 miliar lebih untuk Pemprov Kalbar. Kemudian tahun 2014 jumlah setoran modal sebesar Rp336 miliar lebih dan mendapatkan dividen  sebesar Rp65 miliar lebih.

Terakhir tahun 2015 lalu, Pemprov kembali memberikan penyertaan modal ke Bank Kalbar sebesar Rp381 miliar lebih dan mendapatkan dividen   sebesar Rp69 miliar lebih.

Dia menyebutkan tambahan penyertaan modal diberikan karena mengingat Bank Kalbar sebagai kelengkapan otonomi daerah yang berfungsi sebagai sarana pengembangan otonomi daerah sekaligus sumber PAD bagi Kalbar. Kemudian dari data kredit yang disalurkan juga meningkat. Setiap tahunnya meningkat sebesar 15 persen. Karena itu penyertaan modal yang diberikan pemerintah ke Bank Kalbar berbanding lurus dengan jumlah kredit yang disalurkan kepada masyarakat.

“Semakin besar penyertaan modal maka semakian kuat kemampuan Bank Kalbar untuk menyalurkan kredit ke masyarakat. Harapannya iklim usaha tumbuh dan kas daerah pun bertambah,” ujarnya.  Christiandy menuturkan tambahan penyertaan modal itu menjadi bentuk komitmen pemerintah. Meskipun di sisi lainnya saat ini Pemprov Kalbar memang mengalami devisit anggaran.

Akan tetapi, dia menilai tambahan penyertaan modal ini adalah kebijakan yang harus dilakukan sebagai bentuk investasi saham yang tepat, aman dan menguntungkan. “Kami sudah mengkaji bisnis plant yang diajukan Bank Kalbar. Derdasarkan bisnis plant itu, dalam kurun waktu 2016 sampai 2018 total investasi yang didapat Pemprov dari bank sebesar Rp240 miliar,” pungkasnya. (mse)

Berita Terkait