Tambah Jumlah Insentif Guru Ngaji dan Petugas Fardhu Kifayah

Tambah Jumlah Insentif Guru Ngaji dan Petugas Fardhu Kifayah

  Rabu, 29 May 2019 09:36
INSENTIF: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan secara simbolis menyerahkan insentif bagi guru ngaji dan petugas fardhu kifayah di Kubu Raya foto Humas Pemkab Kubu Raya

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Sebanyak 1.545 petugas fardhu kifayah dan guru ngaji Kubu Raya menerima insentif masing-masing senilai Rp 1.187.500 dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Selasa (28/5). Jika tahun sebelumnya jumlah penerima hanya 1.067 orang, namun tahun ini jumlah penerima insentif bertambah sebanyak 478 orang. 

“Kami berharap para petugas fardhu kifayah dan guru ngaji terus menjaga dan meningkatkan derajat keikhlasannya menjadi lebih tinggi lagi. Apa yang diberikan oleh pemerintah daerah ini adalah sebuah bentuk penghargaan. Kita menginginkan bagaimana agar anak-anak kita dididik dan sekaligus dikawal di kampungnya masing-masing,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan didampingi Sekda Kubu Raya usai secara simbolis menyerahkan instntif guru ngaji dan petugas fardhu kifayah di Aula Kantor Bupati Kubu Raya. 

Muda berharap para petugas fardhu kifayah dan guru ngaji dapat terus meningkatkan potensi, metode, dan kualitas pelayanan terkait bidang pengabdiannya. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat peduli terhadap setiap elemen masyarakat yang punya kontribusi terhadap daerah, termasuk guru ngaji dan petugas fardhu kifayah. 

“Insya Allah kami memahami dan selalu berusaha mengakomodir setiap elemen yang punya peranan di masyarakat. Tentu langkah-langkah dilakukan secara bertahap karena memang Kubu Raya ini baru 12 tahun usianya. Tentulah secara bertahap dilakukan langkah-langkah pendataan,” ujarnya. 

Kepada para nguru ngaji, Muda berpesan untuk terus menghidupkan aktivitas keagamaan terlebih di bulan suci Ramadan. Ia meminta kegiatan-kegiatan keagamaan di TPA-TPA, masjid, dan rumah-rumah digiatkan. Dirinya berharap ke depan program-program yang telah dilakukan pemerintah daerah saat ini dapat terus diperbaiki, diperkuat, dipertajam, dan diperluas. 

“Alhamdulillah Kabupaten Kubu Raya ini gudangnya qari dan qariah yang berprestasi. Alhamdulillah anak-anak kita dari dulu hingga sekarang bahkan ada yang menjadi juara di MTQ tingkat nasional di Medan tahun lalu,” sebutnya. 

Secara khusus Muda mengajak para guru ngaji dan petugas fardhu kifayah untuk ikut aktif dalam membina generasi muda di lingkungannya masing-masing. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat saat ini menimbulkan ekses negatif yang merusak perkembangan anak. 

“Jadi insentif adalah penghargaan sekaligus kita menitipkan pesan sebagai upaya menjaga generasi. Guru ngaji dan fardhu kifayah menjadi contoh dan teladan untuk keluarga dan masyarakat. Itu yg kita harapkan. Akibat dari perkembangan teknologi informasi komunikasi mendistorsi pemikiran kaum muda dan terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kubu Raya, Nasution Usman, mengaku gembira dengan adanya penambahan alokasi insentif. Di mana pada tahun 2018 penerima insentif guru ngaji dan petugas fardhu kifayah hanya 1.067 orang. 

“Masya Allah keikhlasan para nguru ngaji dan petugas fardhu kifayah, di tahun 2019 ini Alhamdulillah kita bersyukur jumlah penerimanya menajdi 1.545. Ini luar biasa perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya,” tuturnya. 

Pada kesempatan itu Nasution Usman juga mengajak para guru ngaji untuk berkomitmen menjadikan Kubu Raya sebagai daerah yang bebas buta aksara Quran. 

“Guru ngaji di seluruh Kubu Raya harus membuat kesepakatan bahwa anak-anak kita di Kubu Raya harus bebas dari buta baca huruf Alquran,” tegasnya.

Guru Ngaji Desa Pal 9 Kecamatan Sungai Kakap, Abasiah (54) mengaku terbantu dengan pemberian insentif tersebut. “Memang nominalnya tidak besar, namun Insyaa Allah insentif ini bisa membantu kami untk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ucapnya.

Abasiah pun berharap ke depan jumlah penerima insentif bisa terus bertambah, pasalnya dia memperkirakan hingga saat ini masih ada sejumlah guru ngaji dan petuga fardhu kifayah yang belum terdata dan mendapat kesempatan menerima insentif dari Pemerintah Kubu Raya. (ash) 

Berita Terkait