Tak Terurus, jika Hujan Genangan di Mana-mana

Tak Terurus, jika Hujan Genangan di Mana-mana

  Rabu, 18 May 2016 09:53
TERMINAL TERGENANG: Terminal di dalam Kota Putussibau yang selalu tergenang setiap hujan turun. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kondisi terminal kota di Kecamatan Putussibau Utara kian memprihatinkan. Selain sudah tak terurus, ketika hujan terminal tersebut juga tergenang. Hanya ada beberapa bus angkutan dalam kabupaten yang parkir di sana. Selebihnya, pemilik angkutan umum, terutama bus antarkota dalam provinsi, lebih memilih aktivitas bongkar muat barang dan booking di tempat masing-masing.

MUSTA’AN, Putussibau

MENURUT Sholihin, warga Putussibau, terminal tersebut memang sudah lama tidak diperhatikan oleh pemerintah. Karenanya, sejumlah bangunan di dalam terminal, baik kios maupun fisik terminal, sudah tidak terawat lagi. Sebagian aspal di sana pun sudah terkelupas. Kerusakan sudah terlihat begitu masuk gerbang terminal. Karenanya, lebih baik terminal tersebut dialihfungsikan, agar lebih bermanfaat bagi daerah.

“Terminal ini tergenang siapa habis hujan, sedikit saja langsung tergenang. Terutama dekat gerbang keluar terminal,” jelasnya. Dia mengatakan, terminal kota lebih strategis dijadikan kawasan pasar. Baik itu pasar sayur maupun pasar yang menjual pakaian. “Kawasan terminal bisa dijadikan kompleks pasar, layaknya Pasar Tengah di Kota Pontianak, hanya saja mesti dikelola dengan baik,” saran dia.

Dengan tidak difungsikan seperti sekarang ini, pemerintah daerah dipastikan dia akan merugi. Pasalnya, menurut dia, terminal tersebut saat ini tidak memberikan kontribusi pada PAD Kapuas Hulu. Jika dikelola dengan baik atau dialihfungsikan untuk hal yang bermanfaat, tentu, dia yakin, pemerintah mendapatkan pemasukan. “Kalau sekarang, bukannya menambah PAD, malah buat kawasan kota semakin kumuh, apalagi drainasenya sumbat,” paparnya. 

Dia mengatakan, jika terminal itu tetap difungsikan sebagai terminal, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) mesti tegas. Semua angkutan umum yang masih beroperasi, menurut dia, wajib mangkal diterminal. Aktivitas bongkar muat, disarankan dia, juga seharusnya diwajibkan di terminal. “Jika dilanggar harus ditindak tegas, dengan demikian daerah mendapatkan restribusinya,” kata dia. 

Selain terminal kota, Sholihin juga menyoroti keberadaan terminal antarkota dalam provinsi yang tak kunjung difungsikan. Menurut dia, tidak difungsikannya terminal tersebut karena Dishubkominfo tidak bernyali menertibkan angkutan umum antarkota dalam provinsi. “Kabid Perhubungan saya kira kurang berani. Kalau perhubungan tegas, tentu semua bus bongkar muat di sana,” sindir dia.(*)

Berita Terkait