Tak Tergiur Ditawari Pindah Negara untuk Menjadi Petinju

Tak Tergiur Ditawari Pindah Negara untuk Menjadi Petinju

  Jumat, 12 April 2019 09:07
MEMBANGGAKAN: Ari Agustian, petinju asal Kalbar yang meraih sabuk internasional WBC Asian Youth Light Weight, Sabtu ( 6/4) lalu.

Berita Terkait

Kisah Ari Agustian, Petinju Kalbar Peraih Sabuk Internasional

Nama Ari Agustian kini menjadi perbincangan di tingkat nasional maupun masyarakat Kota Pontianak. Ia seketika menjadi tenar setelah meraih gelar WBC Asian Youth Light Weight di ajang internasional pada Sabtu (6/4) lalu. Dalam pertandingan itu, ia memukul KO (knock out) petinju Thailand. Seperti apa sosok Ari? 

Riesala Anvar, Pontianak

ARI Agustian memang sejak lama bercita-cita sebagai petinju profesional kelas dunia. Untuk meraih cita-citanya itu, pria yang dijuluki “The Turbo” ini getol berlatih setiap hari, meskipun sendirian. Hasil latihannya itu pun kini berbuah manis. Ari telah berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Sabuk WBC Asian Youth Light Weight kini sudah berada dalam genggamannya. Walaupun demikian, Ari masih tetap rendah hati.

“Prestasi saya masih belum hebat seperti yang lainnya, tetapi saya yakin dan optimis bisa mengejar senior-senior lainnya. Kunci utama dari sang juara adalah berlatih. Ke depannya semoga bisa meraih prestasi di level yang lebih tinggi dan dikenal dunia,” ucapnya.

Selain sebagai petinju tangguh, ternyata kehidupan sehari-hari Ari tergolong biasa. Ia bekerja sebagai tenaga marketing dan penyanyi kafe. Ari pun kerap membantu kawan-kawannya berlatih tinju. “Saya harus pandai-pandai memutar otak untuk mendapatkan uang,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia bahkan biasa menawarkan jasa pemanenan buah langsat dan kelapa. “Apapun kerjanya saya lakukan, yang penting halal. Jika tidak melakukan hal tersebut, mau dapat uang dari mana,” ucapnya. 

Akibat cara hidupnya yang demikian, ada sebagian orang yang kurang simpati kepadanya. Banyak yang mengatakan dirinya tidak disiplin dan lain sebagainya. Namun, Ari tetap tidak peduli. Ia bahkan telah membuktikan bahwa cemoohan orang itu salah. 

“Selama ini saya berlatih bersama pelatih amatir yang telah membawa saya ke juara nasional. Saya satu-satunya dari Kalimantan Barat yang selalu menjuarai kelas amatir pada level kejuaraan nasional. Bahkan sekarang saya juga telah menjuarai kancah internasional,” ungkapnya.

Bagi Ari, dirinya bertarung demi Kalimantan Barat dan Indonesia, dan ia tidak mau bangsanya dipermalukan. Ia akan selalu berupaya sekuat tenaga demi mengharumkan nama daerah dan negara. 

Ari menyebut jika keluarga adalah motivasi utamanya untuk terus berjuang di dunia tinju. Ia merupakan sulung dari tujuh bersaudara. Keenam adiknya saat ini masih bersekolah. Sementara penghasilan ayahnya yang bekerja sebagai buruh kurang memadai untuk mencukupi kebutuhan. 

Ibunya sehari-hari hanya berjualan sayur. Hal itulah yang membuatnya harus terus bertinju untuk bisa mengangkat perekonomian keluarga. Ari mengungkapkan, selama ini dirinya masih mengontrak, dan masih memerlukan bantuan dari pemerintah. 

“Saya termotivasi Daud, Chris John, serta yang lainnya. Saya juga akan tetap berlatih meskipun sampai saat ini tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Saya pun harus pandai-pandai memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ungkapnya. 

Ari mengaku pernah ditawari oleh pihak asing untuk bertinju, misalnya Jepang, Singapura dan Malaysia. Negara-negara tersebut meminta Ari untuk membela negara mereka. "Saya pernah berkomunikasi dengan teman di luar negeri, jika juara maka dipastikan bisa hidup makmur,” ucapnya.

Namun tawaran yang menggiurkan itu ia abaikan. Ia tidak tergoda jika hanya melihat dari segi uang. Semua karena Ari cinta Indonesia. Hal itulah yang membuatnya tetap membela Indonesia. "Dari provinsi lainnya juga ada yang berminat ingin meminta saya pindah provinsi," pungkasnya. (*)

Berita Terkait