Tak Semua Meriam Karbit Kembali Menggelegar

Tak Semua Meriam Karbit Kembali Menggelegar

  Selasa, 11 June 2019 09:31
MERIAM: Kondisi meriam karbit di sungai karena tidak ikut festival meriam karbit tahun ini. RIESALA ANVAR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Dari Dana Hingga Tenaga Untuk Mengikuti Festival

Dentuman meriam karbit mengiringi momen Idulfitri di Pontianak. Ada ratusan meriam dari berbagai kelompok ditepian Sungai Kapuas. Tak semua meriam karbit ikut berdentum di malam Lebaran itu. Ada kelompok yang memilih tidak ikut dengan alasan biaya dan tenaga.  

RIESALA ANVAR, Pontianak

SAHUT-sahutan bunyi meriam karbit sudah tidak asing terdengar kala takbir berkumandang menandakan datangnya Idulfitri. Setidaknya ada ratusan meriam yang ikut menyemarakkan festival meriam karbit di Pontianak. Hal ini menjadi agenda rutin yang diusung setiap tahunnya di setiap kelompok meriam karbit yang ada di Pontianak. Namun tak jarang yang tak bisa ikut berpartisipasi di tahun berikutnya karena berbagai masalah yang diterpa.

"Kami tahun ini tidak ikut berpartisipasi dalam festival meriam karbit karena berbagai alasan. Salah satunya karena kurangnya partisipasi dari masyarakat. Ini juga karena kesibukan masing-masing, ada yang bekerja dan juga merantau," ucap Edi, warga tepian Sungai Kapuas.

Dia menjelaskan, jika untuk membuat meriam karbit membutuhkan banyak orang. Persiapan yang dilakukan harus matang dari mencari dana, membeli perlengkapan yang dibutuhkan hingga pengerjaannya yang membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Kami harus membuat proposal dulu dari jauh-jauh hari, kemudian memperbaiki meriam yang disimpan dari tahun-tahun sebelumnya, dan dilihat lagi apakah meriam tersebut masih layak untuk digunakan kembali ditahun ini apa tidak, jika tidak layak maka kita harus membeli balok baru dan membuat ulang. Setelah itu kita harus gotong royong membuatnya dari awal Ramadan hingga menuju malam takbiran. Banyak kebutuhan yang dipersiapkan semisal rotan, kayu, goni, karbit, hingga membuat pentas untuk diperlombakan nantinya," lanjut Edi.

Ia melanjutkan, bahwa dana juga mempengaruhi untuk mengikuti festival meriam disetiap tahunnya atau tidak. Meski dari panitia ada memberikan dana namun, masih banyak keperluan yang diperlukan untuk mengikuti sekali festival meriam karbit. Tak jarang banyak peserta yang vakum beberapa tahun karena tidak ada yang mengurusnya, namun mereka akan kembali mengikuti festival jika sudah banyak warga sekitar yang ingin membantu dan dengan persiapan yang matang sebelumnya.

“Kita pernah seperti itu beberapa tahun yang lalu juga sempat vakum, namun tahun lalu kembali ikut dan tidak ikut lagi ditahun ini. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, namun kita sebagai warga Pontianak harus melestarikan kebudayaan kita dan semaksimal mungkin harus ikut setiap tahunnya,”katanya. (*)

Berita Terkait